Tangkap Buronan Reaktif Corona, Pegawai Kejari Semarang Terpaksa Diperiksa Swab

oleh -195 views

Terpidana Sri Katon.

Semarang – Sri Katon binti Susmani (36), terpidana 9 bulan yang ditangkap petugas Kejari Kota Semarang di rumahnya Candi Prambanan Barat 993 RT.008, RW.007, Kalipancur Ngaliyan, Semarang diketahui reaktif terindikasi virus Corona.

Hal itu diketahui usai Sri yang buron 6 tahun ini diperiksa rapid tes petugas medis. Atas kondisi itu, sejumlah petugas kejaksaan yang menangkap dan berinteraksi dengannya terpaksa menjalani pemeriksaan swab test corona.

“Iya. Akan periksa swab,” kata Kepala Seksi Intelejen, Kejari Kota Semarang, Gigih Subagyo disela jumpa pers penangkapan Sri Katon, Kamis (25/6/2020).

Emilwan Ridwan, Asisten Intelejen Kejati Jateng mengakui, jika terpidana Sri Katon berdasar hasil rapid test, reaktif terindikasi corona.

“Usai diperiksa rapid test, hasilnya reaktif. Sehingga dibawa ke tempat isolasi untuk diperiksa swab. Hasinya apa, nanti akan disikapi. Jika negatif segera dieksekusi. Tergantung rekomendasi tim medis,” kata Asintel.

Sri Katon binti Susmani menjadi terpidana kasus pemalsuan tanda tangan yang terjadi 18 Juli 2007 di CV Nurabex JaIan Muradi Nomor : 71, Semarang atau Semarang Indah Blok C 8, Semarang.

Emilwan Ridwan, Asisten Intelejen Kejati Jateng mengatakan, kasus terjadi tahun 2007. Putusan perkaranya inkracht atau berkekuatan hukum tetap pada 2014.

“Sekitar 6 tahun dia buron,” katanya di kantor Kejari Kota Semarang.

Ditanya alasan kenapa Sri Katon dulu tidak ditahan dan belum dieksekuai, Asintel dan Kepala Kejari Kota Semarang, Sumurung P Simaremare mengaku tak tahu.

“Kami tidak tahu. Ini perkara lama. Penangkapan dilakukan ketika yang bersangkutan di rumahnya di Candi Prambanan,” kata Kajari singkat tak menjelaskan kronologinya.

Ia sebelumnya didakwa melakukan pemalsuan bersama dengan Harry Affandi AH bin Abdul Wachud (bebas) dan Setyo Nuryanto bin Muchrodin.

Tingkat pertama Sri Katon divonis 9 bulan. Upaya banding dan kasasi serta Peninjauan Kembali (PK) dimentahkan pada 2014 silam.

Selama 6 tahun Sri Katon berstatus buron dan baru ditangkap sekarang di rumahnya tak jauh dari kantor Kejari Kota Semarang.

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *