Tanggapan BPN atas Sengketa Lahan Bukakan Baru Kota Semarang

oleh -70 views

Ilustrasi

Semarang – Kantor Pertanahan BPN Jawa Tengah dan Kota Semarang mengakui tidak semua Sertifikat Hak atas Tanah (SHGB) di Komplek Bubakan Baru, Kelurahan Purwodinatan dahulu Desa Taman Winangun, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang dapat diperpanjang.

Hal itu diungkapkan BPN dalam jawaban atas gugatan 14 pihak pemegang 16 SHGB di Komplek Bubakan Baru.

Gugatan diajukan ke-14 pihak melawan Pemkot Semarang cq Walikota Semarang (Tergugat 1), Kepala Kantor Pertanahan Kpta Semarang (T2), Kakanwil BPN Jateng (T3). Serta Turut Tergugat PT Pratama Eradjaya (Jalan Beteng Nomor 33 Semarang). Dalam putusannya nomor perkara 179/Pdt.G/2019/PN Smg tanggal 5 Desember 2019 lalu yang dikuatkan PT Semarang pada 23 Juni 2020 lalu dalam perkara nomor 236/PDT/2020/PT SMG hal itu dinyatakan.

Menurut BPN Jawa Tengah, bahwa HGB No. 652, HGB No. 644, HGB No. 670, HGB No. 671, HGB No. 655/Puwodinatan adalah hak atas tanah yang sudah berakhir haknya pada tanggal 8-2-2018. Sehingga Penggugat II (Merry Pujianti Sugiarto), Penggugat V (Desmir Sutan Sati), Penggugat XII (Yayasan Hakka) dan Penggugat XIV (PT. Dirgantara Mitrahadi) sudah tidak mempunyai hubungan hukum dengan tanah.

Perpanjangan HGB No. 1129/Purwodinatan atas nama Foeng Tjie Sioe, HGB No. 1135/Purwodinatan atas nama Foeng Tjie Sioe, HGB No. 1130/Purwodinatan atas nama Foeng Tjie Sioe, HGB No. 1090/Purwodinatan atas nama Wong Hera Wijaya, HGB No. 1089/Purwodinatan atas nama Tshai She Ten, HGB No. 1099/Purwodinatan atas nama Tshai She Ten, HGB No. 1098/Purwodinatan atas nama Lo Giok Tie (Lo Kik Tee), HGB No. 1104/Purwodinatan atas nama Hartono Budi Mulyono, HGB No. 1105/Purwodinatan atas nama Hartono Budi Mulyono, HGB No. 790/Purwodinatan atas nama Hartono Budi Mulyono, HGB No. 729/Purwodinatan atas nama Liliyana Budi Mulyono, HGB No. 732/Purwodinatan atas nama Yunus Anwar telah dibatalkan karena cacat administrasi dalam pemberian perpanjangan haknya.

Tentang Perjanjian Nomor 602/12/1992, tanggal 20-4-1992. Tergugat I selaku pihak pertama dengan Turut Tergugat selaku pihak kedua pada tanggal 20-4-1992 sepakat mengadakan perjanjian Kontrak Bagi Tempat Usaha Dalam Rangka Peremajaan Kompleks Pertokoan Bubakan.

Bahwa dalam Perjanjian Nomor 602/12/1992, tanggal 20-4-1992, antara lain disepakati hal-hal sebagai berikut: Pihak Pertama menunjuk dan memberikan ijin kepada pihak kedua untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan kompleks pertokoan Bubaan di atas tanah milik Pihak Pertama (Pasal 1).

Tanah sebagaimana Pasal 1 ayat (1) adalah seluas ± 4.573 m2 yang saat ini dalam penguasaan pihak pertama yang terletak di Jalan MT. Haryono, Kecamatan Semarang Utara dengan status Hak Pengelolaan (HPL) atas nama pihak pertama yang dikenal sebagai komplek Pertokoan Bubakan.

Sedangkan tanah yang dimanfaatkan untuk didirikan bangunan sebagaimana dimaksud Pasal 1 ayat (3) oleh pihak kedua (building coverage) adalah sebagian tanah dimaksud ayat (1) Pasal ini seluas ± 2.506 m2 (Pasal 2).
Kedua belah pihak bersepakat menetapkan jangka waktu kontrak bagi tempat usaha selama dua puluh lima tahun (25 tahun), terhitung Hak GunaBangunan (HGB) Induk atas nama Pihak Kedua diterbitkan diatas Hak Pengelolaan (HPL) atas nama pihak pertama (Pasal 3).

Setelah lewat jangka waktu 25 (dua puluh lima) tahun yaitu bersamaan dengan habis masa berlakunya Hak Guna Bangunan (HGB), maka tanah seluas kurang lebih 2.506 m2 sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (2) dan seluruh bangunan yang beridri diatasnya dan keseluruhan fasilitas serta perlengkapannya yang menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari bangunan tersebut, masuk menjadi inventaris/aset pihakpertama sesuai Paraturan Menteri Dalam negeri Nomor 3 Tahun 1986. (Pasal 15).

Bahwa berdasarkan Perjanjian Nomor 602/12/1992, tanggal 20-4-1992 diterbitkan:
HGB No. 642/Tamanwinangun seluas 1.482 atas nama PT. Pratama Eradjaja, berkedudukan di Semarang yang berakhir haknya tanggal 8 Februari 2018. HGB No. 643/Tamanwinangun seluas 1.603 atas nama PT. Pratama Eradjaja, berkedudukan di Semarang yang berakhir haknya tanggal 8 Februari 2018.

Terhadap HGB No. 642/Tamanwinangun atas nama Turut Tergugat dipecah dan dibalik nama kepada Para Penggugat menjadi 16 bidang. Berdasarkan Pasal 15 Perjanjian Nomor 602/12/1992 tanggal 20-4-1992, setelah berakhirnya HGB No. 642 dan 643/Tamanwinangun yaitu pada tanggal 8 Februari 2018, demi hukum menjadi inventaris/aset pihak pertama (Tergugat).

Sementara Kantor Pertanahan Kota Semarang menilai Penggugat tidak mempunyai Legal Standing atas kepemiliknya HGB No.1129, 1135, 1130, 1090, 1089, 1099, 1098, 1104, 1105, 729, 732, 790, 644, 1140, 652, 733, 835, 670, 671 dan 655/Purwodinatan.

Bahwa berdasarkan data yang ada pada Kantor Pertanahan Kota Semarang, HGB Nomor790, 644, 1140, 652, 733, 835, 670, 671 dan 655/Purwodinatan telah berakhir masa berlaku haknya. Menurutnya, status tanah kembali kepada pemegang HPL Pemerintah Kota Semarang.

Kantor Pertanahan Kota Semarang menyatakan Nomor1129, 1135, 1130, 1090, 1089, 1099, 1098, 1104, 1105, 729 dan 732/Purwodinatan yang sempat dilakukan pencatatan perpanjangan hak, telah dibatalkan dan dicoret dari daftar Buku Tanah dan Daftar Umum. Hal itu berdasarkan Keputusan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah Nomor 05/Pbt/BPN.33/XII/2018 tanggal 12 Desember 2018.

Berdasarkan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kota Semarang dengan PT. Pratama Era Jaya Nomor 602/12/1992 tanggal 20 April 1992, disepakati antara lain: Pemerintah Kota Semarang menyediakan tanah seluas 4.858 M2.
Terhadap tanah tersebut diatas diberikan Hak Pengelolaan atas nama Pemerintah Kota Semarang.

PT. Pratama Erajaya melaksanakan pembangunan di atas tanah Hak Pengelolaan tersebut seluas 2.506 M2 dan berhak untuk diberikan Hak Guna Bangunan selama 25 tahun.
PT. Pratama Erajaya mempunyai wewenang penuh untuk memindahkan/mengalihkan Hak Guna Bangunan tersebut kepada Pihak Ketiga dengan sepengetahuan persetujuan dari Pemegang Hak Pengelolaan (Pemerintah Kota Semarang).

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *