Tahanan Rutan dan Lapas Belum Boleh Keluar Sidang di Pengadilan

oleh -91 views

Ilustrasi tahanan sidang online.

Semarang – Sidang pemeriksaan perkara pidana di pengadilan Jawa Tengah masih akan tetap digelar secara daring (dalam jaringan) atau online tanpa dihadiri terdakwa.

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah menyatakan, belum mengizinkan warga binaannya, yang menjadi terdakwa perkara pidana keluar Rutan dan Lapas.

“Kami belum izinkan,” kata Kepala Divisi Pemasrakatan Kenkumham Jateng, Meurah Budiman kepada wartawan dikonfirmasi, Selasa (30/6/2020).

“Sementara kami hindari keluar masuk tahanan (Rutan dan Lapas). Untuk mencegah penyebaran covid,” imbuhnya.

Meruah mengatakan, pelaksanan sidang hingga kini masih berlangsung secara online di Rutan dan Lapas masing-masing wilayah. Bahkan juga menjalani sidang di tahanan kepolisian.

“Pelaksaan sidang langsung di pengadilan akan koordinasi lanjut dengam Dirjen Pemasrakatan. Karena sampai hari ini kami baru hari ini kami baru dapat intruksi Dirjen Pemasyarakatan untuk menerima tahanan. Tapi hanya untuk tahanan A3 di Lapas Rutan,” jelas dia.

Tahanan A 3, merupakan tahanan yang penahanannya dilakukan oleh pengadilan. Kemenkumham belum menerima penitipan tahanan A1 (penahanan oleh kepolisian) dan A 2 (penahanan oleh kejaksaan).

Terkait kehadiran tahanan Rutan dan Lapas ke pengadilan, Meruah mengakui, bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Seperti mulai penjemputan dari ruang sidang. Dilakukan karantina. Sampai kembali ke Rutan. Masalahnya jika tahanan sidang ke pengadilan. Tentu kami harus karantina lagi. Tidak mencampur dengan penghuni di dalam. Sementara di Rutan dan Lapas ruang karantinanya terbatas. Sel terbatas,” jelasnya.

Ditambahkannya, kapasitas ruang karantina di masing-masing Rutan dan Lapas masih terbatas.

“Masing-masing Rutan dan Lapas sudah kami siapkan ruang karantina. Cuma terbatas kapasitasnya. Maksimal untuk isolasi 14 orang. Mereka yang baru diantar kejaksaan. Ya itu tadi. Tahana A3. Untuk tahanan A2 kami belum terima,” lanjutnya.

Mengantisipasi penyebaran covid di lingkungan Rutan dan Lapas, kata Kadiv Pas, sementara sidang tetap digelar online.

“Sementara sidang online sampai nanti normal. Meski sudah new normal, tapi kan belum berakhir (covid),” katanya.

“Sampai kapannya. Nanti kita lihat perkembangan covid. Kita berharap covid segera berakhir,” pungkas Meurah Budiman.

Sebagaimana diketahui, sejak covid menyebar di Indonesia, sudah sekitar 3 bulan hampir 4 bulan ini pelaksanaan sidang pemeriksaan perkara pidana digelar online.

Pantauan INFOPlus di Pengadilan Negeri Kota Semarang, sidang hanya diikuti sebagian pihak. Terkadang hanya majelis hakim saja. Jaksa dan pengacara serta para saksi berada di kantor kejaksaan. Sementara terdakwa online dari dalam Rutan dan Lapas.

Sidang online sendiri ada yang digelar dengan sambungan video Whatsapp. Bahkan tanpa visualiasi, hanya menggunakan sambungan telelon biasa.

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *