Aspidsus Minta Kajari Kota Semarang Tahanan Kota untuk Soerya Soedarma

oleh -181 views
Sidang pemeriksaan mantan Aspidsus Kejati Jawa Tengah, Kusnin.

Semarang – Kusnin,mantan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah diketahui meminta Kepala Kejari Kota Semarang menahan Soerya Soedarma dengan tahanan kota.

Permintaan itu dilakukan, usai Kusnin diduga menerima suap dari Soerya Soedarma, pemilik PT Surya Semarang Sukses Jayatama (SSJ), perusahaan importir alat pertukangan. Suap dilakukan melalui pengacaranya, Alfin Suherman yang minta tak ditahan di Rumah Tahanan.

Perkara itu kini diadili di Pengadilan Tipikor Semarang. Selain Kusnin, kasus terkait juga menyeret Muhammad Rustam Effendy SH MH, selaku Kasi Penuntutan, dan Benny Chtisnawan selaku Pengawal Tahanan/Narapidana.

Jaksa Penuntut Umum, Nur Azizah di sidang perdana pemeriksaan perkaranya, 18 Desember lalu mengungkapkan, pada 25 Februari 2019, Kusnin mengirimkan surat nomor: B-940/0.3.5/Ft.2/02/2019 perihal penyerahan tanggung jawab berkas perkara, tersangka dan barang bukti yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang.

“Di dalam surat tersebut terdapat kalimat, “….. dan apabila berkenan agar dilakukan penahanan kota, sedangkan apabila Kepala Kejaksaan Negeri berkehendak lain, semuanya kami serahkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang…..”, sebutnya di surat dakwaan yang dibacakan di hadapan majelis hakim.

Selanjutnya dilakukan proses penyerahan tersangka dan barang bukti perkara tindak pidana kepabeanan atas nama tersangka Soerya Soedarma bin Lie Tjek Jauw di kantor Kejaksaan Negeri Kota Semarang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Semarang yang kala itu dijabat Dwi Samudji lalu menerbitkan Surat Perintah Penunjukan Jaksa Penuntut Umum (P-16 A) Nomor Print-01/0.3.10/Ft.2/02/2019 tanggal 25 Februari 2019. Selaku tim jaksa yang menangani perkara Soerya Soedarma yakni, Dyah Purnamaningsih SH, Mursriyono SH, dan Prihananto SH.

Saat Tahap II, Alfin Suherman sebagai pengacara Soerya mengajukan surat permohonan agar tidak ditahan, tertanggal 25 Februari 2019. Surat dilampiri dengan surat jaminan keluarga dan surat medical check up.

“Terhadap tersangka Soerya lalu hanya dilakukan Penahanan Kota berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang (T-7) Nomor : Print-01/0.3.10/Ft.2/02/2019 tanggal 25 Februari 2019,” jelas jaksa.

Penyerahan Pertama

Bermula, Senin 25 Februari 2019 pagi Alfin Suherman ke kantor Kejati Jawa Tengah. Ia berkenalan dengan Beny Chrisnawan dan dihubungkan ke Muhammad Rustam Effendi (Kepala Seksi Penuntutan pada Aspidsus Kejati Jawa Tengah).

Alfin menyampaikan agar Soerya tidak ditahan di Rumah Tahanan Negara. Atas permintaan itu, Rustam Effendi dan Beny menghadapkan Alfin kepada Kusnin. Kusnin menyetujui dengan sebuah komitmen.

Usai pertemuan itu, Alfin Suherman berkali-kali dihubungi M Rustam Efendy dan Benny Chrisnawan yang menanyakan perkembangan proses pembayaran bea masuk Surya Soedharma ke kas negara.

Senin 20 Mei 2019 di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Alfin Suherman kembali menemui Kusnin.

“Ya sudah gini aja. Sampean bayar 5 (lima) untuk kerugian negara. 5 (lima) untuk denda. Dan 5 nya untuk di sini (Kejati Jateng),” kata Kusnin sebagaimana diungkap di dakwaan perkara Sendy Pericho, Direktur PT Java Indoland serta Alfin Suherman pada persidangannya di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat September 2019 lalu.

Atas penyampaian Kusnin itu, Alfin Suherman bertanya, Kalau misalnya disetujui Soerya, teknisnya bagaimana?.

Kemudian dijawab Kusnin, Ya sudah, dibawa saja ke sini yang kerugian negara nanti dibuatkan titipannya.

Alfin Suherman lalu bertanya kembali, Yang untuk di sini bagaimana?. Oleh Kusnin dijawab, Besok ketemu saja di Stasiun Tawang selepas maghrib,”.

Usai Tahap II, Alfin Suherman ke Kejati Jateng menemui Kusnin selaku Aspidsus. Ia menyerahkan sebuah amplop coklat berisi uang sejumlah SGD 50,000 dollar Singapura sebagai tanda terimakasih karena tak ditahan di Rutan.

Kusnin memerintahkan Alfin Suherman memberikan ke Muhammad Rustam Effendi. Usai Alfin pergi, Rustam menyerahkan amplop berisi 50.000 dollar Singapura kepada Kusnin.

Kusnin dan Rustam memerintahkan Beny menjadi penghubung antara pihak penuntut umum dengan Alfin Suherman dalam penanganan perkara Soerya Soedarma.

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *