Status Gunung Merapi Meningkat, 635 Warga Mengungsi

oleh -60 views
MAGELANG – Jumlah pengungsi warga sekitar Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saat ini mencapai 635 orang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, ratusan pengungsi itu tersebar di tujuh titik pengungsian.

“Jumat ada 607 pengungsi. Sabtu ini jadi 635 orang. Tambahan 28 pengungsi ini berasal dari Desa Ngargomulyo dan Paten, Kecamatan Dukun,” ujarnya, Sabtu (11/7).

Tambahan pengungsi tersebut, katanya, langsung ditempatkan di Balai Desa Tamanagung dan ditambah tiga gedung lainnya, seperti Gedung Muhammadiyah, Gedung PPP, dan Gedung PDI ditambah lapangan futsal.

Sebelumnya, pos pengungsian Merapi di Kabupaten Magelang hanya empat titik, yakni Balai Desa Deyangan, Balai Desa Mertoyudan, Balai Desa Banyurojo, dan Balai Desa Tamanagung.

“Seperti kemarin, kepada para pengungsi tetap dilakukan protokol kesehatan dengan dilakukan ‘rapid test’ (tes cepat),” terangnya.

Terkait dengan logistik, Edy menyampaikan pihaknya sejak awal sudah mengetahui jumlah penduduk di beberapa desa yang akan mengungsi dan memastikan logistik akan tersedia sampai tiga hari ke depan.

“Jadi kita sudah mengetahui sejak awal, bahwa di sembilan dusun di tiga desa yang akan mengungsi itu jumlah penduduknya kurang lebih 2.625 orang. Sekarang ini yang sudah mengungsi 635 orang. Jadi sisanya masih dalam pantauan kita, dan kita sudah siaga apabila sisanya nanti juga mengungsi,” katanya.

Menurut dia, dengan status siaga Merapi ini, masyarakat juga turut berperan serta memberikan bantuan kepada para warga yang mengungsi di pos-pos pengungsian, seperti memberikan bantuan dalam bentuk gas, tikar, dan kebutuhan untuk pengungsi lainnya.(ela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *