Stadion Manahan Bakal Mirip Stadion GBK

oleh -89 views
Solo – Menyusul renovasi besar-besaran Stadion Manahan, Wali Kota FX. Hadi Rudyatmo menghendaki Kawasan Manahan dijadikan kompleks olahraga bertaraf internasional. Wali Kota Rudyatmo mengatakan Pemerintah Kota Surakarta akan membangun sejumlah venue olahraga baru di Manahan setelah renovasi stadion selesai dilakukan.
“Kami akan meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar dibuatkan master plan kompleks Manahan agar dapat menjadi pusat kegiatan olahraga bertaraf internasional,” ujarnya, Senin (27/08/2018).

Wali Kota Rudyatmo mengatakan pembangunan komplek olah raga bertaraf internasional di Kota Surakarta sudah sangat mendesak, mengingat posisi kota ini yang sering kali ditunjuk sebagai tuan rumah berbagai kegiatan olah raga, baik yang berskala nasional maupun internasional. Salah satu yang akan dibuat adalah venue sirkuit sepeda BMX.

“Mudah-mudahan setelah jadi nanti Manahan bisa menjadi fasilitas olah raga internasional, yang tidak hanya dinikmati masyarakat Kota Surakarta saja namun masyarakat Indonesia bahkan internasional pun bisa,” kata dia.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wali Kota Rudyatmo seusai mendengarkan paparan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Pelaksanaan Penataan Bangunan Strategis 2 Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Kusworo Darpito di ruang kerjanya. Kusworo mengatakan Kementrian PUPR mengucurkan dana sebesar Rp 300 miliar lebih untuk renovasi Stadion Manahan. PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai pemenang lelang telah menandatangani kontrak kerja per 20 Agustus silam akan mengerjakan proyek tersebut selama 407 hari.

“Akhir September ini mudah-mudahan pembongkaran selesai sehingga bisa dimulai pembangunannya,” ujarnya.

Menurut Kusworo, renovasi stadion dilakukan dengan menyesuaikan standar The Federation Internationale de Football Association (FIFA). Kusworo mengatakan meski pemenang lelang sudah meneken kontrak, namun pekerjaan belum dapat dimulai karena pembongkaran dan penghapusan aset di beberapa bagian belum kelar.

“Renovasi ini tidak mengubah struktur bangunan utama, tetapi dilakukan secara menyeluruh mulai dari bangunan utama sampai ke fasilitas pendukung,” jelasnya.

Dia menyebut renovasi bangunan utama stadion yang dibangun pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto itu nanti akan membuat Stadion Manahan mirip dengan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta. Hanya saja kapasitasnya lebih kecil, sekitar 20.000 penonton. Dibandingkan dengan kapasitas saat ini, bahkan lebih sedikit.