Setahun, BPJS Kesehatan Pekalongan Punya Tagihan Rp 32 Miliar

oleh -99 views

Pekalongan – Jumlah tagihan iuran 314.101 peserta mandiri yang terdaftar di Badan Penyelanggara Jaminan Sosial Kesehatan Pekalongan, Jawa Tengah, selama September 2017 hingga pertengahan September 2018 mencapai sekitar Rp 32 miliar. Tagihan itu hingga kini belum tertagih.
 
Hal iti diungkapkan, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pekalongan Yessi Kumalasari di Pekalongan, Minggu, (16/9/2018). 

Yessi mengatakan sebanyak 314.101 peserta mandiri yang belum membayar iuran kepesertaan jaminan kesehatan tersebut tersebar pada 4 wilayah. Yaitu Kabupaten/Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Pemalang.

Yessi mengaku sudah melakukan penagihan pada ratusan ribu peserta mandiri yang belum membayar tersebut. 

“Akan tetapi mereka belum bisa disiplin membayar iuran sesuai jadwal,” katanya dikutip dari antaradotcom.

Ilustrasi call center BPJS Kesehatan.

Mengantisipasi ketidakpatuhan para peserta dalam membayar iuran kepesertaan jaminan kesehatan. BPJS menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk mendorong mereka patuh melakukan pembayaran dan pemberian data yang benar.

Dokatakannya, bagi peserta berasal dari badan usaha yang membandel untuk membayarkan iuran kepesertaan. 

“Kami juga membentuk tim kader jaminan kesehatan nasional untuk mengingatkan pada peserta mandiri untuk membayar iuran kepsertaan BPJS Kesehatan,” katanya.

Terkait terjadinya keterlambatan pembayaran BPJS Pekalongan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Batang, Yessi mengatakan bahwa BPJS memiliki aturan yang harus ditaati apabila pihak rumah sakit mengklaimkan pelayanan.

Saat ini, kata dia, BPJS pusat belum mengalokasikan dana pada kami karena terbentur kondisi keuangan. 

“Akan tetapi, kami tidak ada unsur sengaja menunda pembayaran pada RSUD Kabupaten Batang karena harus menunggu droping dana dari BPJS pusat ke masing-masing BPJS di daerah,” katanya.

Proses penagihan dari RSU pada ketentuan maka BPJS Kesehatan wajib membayarkan 15 hari kerja sejak klaim RSU dicatatkan dan sampai ke BPJS dengan berkas sudah lengkap.

Pihaknya mengaku masih menunda pembayaran klaim dari RSU karena droping dana dari BPJS Kesehatan terjadi keterlambatan ke kantor BPJS cabang. 

“Oleh karena, dampaknya juga terjadi keterlambatan pembayaran,” katanya.