Program Kartu Prakerja Bermasalah dan Tak Jelas# Gawat…Keluhan Tak Digubris, Peserta Binggung “Wadul” Kemana Lagi

oleh -564 views

Semarang – Seorang peserta program Kartu Prakerja di Kota Semarang mengeluhkan pihak panitia yang dinilai tak profesional dan mengabaikan hak warga negara. Peserta yang enggan disebut namanya itu mengeluhkan sikap itu.

Secara gamblang ia menceritakan kronologi peristiwanya. Sebagai peserta, ia mengikuti kelas : Menulis Opini, Menembus Meja Redaksi lewat program Prakerja dengan Kartu Prakerja 3303202039746763. Ia membayar Rp 150 ribu dengan saldo Prakerjanya.
Pada 19 Mei 2020 telah selesai mengikuti pelatihan dan dinyatakan lolos dengan perolehan sertifikat dengan nilai B.

Namun sejak itu tak diproses. Pada 21 Juni 2020 ia mengajukan keluhan lewat email ke Panitian Kartu Prakerja Indonesia di info@prakerja.go.id.

“Sertifikat pelatihan di dashboard Akun Prakerja masih 0,” katanya ke INFOPlus mengungkapkan.

Dia lalu mencoba konfirmasi ke pihak Tokopedia selaku mitra platform terkait. Seorang petugas Tokopedia bernama Sekar bantu lalu memberikan penjelasannya.

“Perihal kendalanya, Bapak tidak perlu khawatir, karena saat ini Tokopedia telah memberikan absensi sertifikat ke pihak PraKerja pada tanggal 2 Juni 2020 namun untuk proses terupdatenya sertifikat pada dashboard Prakerja masih manual dan ada penumpukan data di pihak Prakerja. Bisa cek secara berkala pada dashboard Prakerja ya. Jika belum ada update, silakan bisa konfirmasi lebih lanjut ke pihak PraKerja melalui info@prakerja.go.id atau melalui call center 021-25541246 dihari kerja Senin-Jumat pukul 08.00-19.00 WIB. Kami sarankan Bapak bisa memberikan ulasan agar bisa diproses ya,” demikian jawabnya.

Sementara pihak Tempo Institute selaku mitra pelatihan dari Tokopedia yang membuka kelas Menulis Opini, Menembus Meja Redaksi mengaku telah melaporkan sertifikat peserta ke Tokopedia.

“Terkait keluhan Anda soal sertifikat dan status kelas di dashboard Kartu Prakerja, setiap hari kami melaporkan peserta Kartu Prakerja yang telah menyelesaikan pelatihan ke platform terkait (Tokopedia, Pintaria, Bukalapak, Pijar Mahir, Maubelajarapa, dan Sekolahmu). Platform digital akan meneruskan laporan ke Panitia Kartu Prakerja (PMO).
Kemudian Panitia Kartu Prakerja akan memverifikasi dan mengupdate dashboard Kartu Prakerja Anda. Proses verifikasi Panitia Kartu Prakerja dilakukan secara mendetail sehingga membutuhkan waktu yang lama.

Tempo Institute tidak mempunyai akses ke halaman dashboard prakerja Anda. Informasi berikutnya bisa hubungi Panitia Kartu Prakerja yang memproses dashboard prakerja Anda info@prakerja.go.id.

Kami terus berupaya agar data peserta pelatihan di Tempo Institute dapat segera diperbarui di dashboard Prakerja. Setiap hari kami pasti melaporkan data baru dan menindaklanjuti laporan data sebelumnya,” kata Ipul, petugas Tempo Institute membalas keluhan peserta.

Pihak Panitia Prakerja Indonesia yang dikirimi keluhan perihal itu, seketika membalas lewat “mesin penjawab”.

“Atas keluhan itu. Hi! Terima kasih atas atensi nya.
Kami sangat senang anda mendaftarkan diri ke Program Kartu Prakerja. Saat ini Sistem Kartu Prakerja sedang mengalami antrian tinggi, harap bersabar, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. ikuti petunjuk yang ada di situs yang telah disediakan dan tetap berkomunikasi via link official email dan media sosial yang telah disiapkan. Terima Kasih atas kerjasamanya dan tetap semangat membangun indonesia menjadi lebih baik,” demikian responnya,” demikian tanggapan atas keluhan tanggal 21 Juni 2020 lalu.

Tak Berubah

Sebulan menunggu, ternyata dashboard di akun Prakerja peserta itu tak berubah. Dashboard masih tertulis pelatihan Aktif dengan lampiran setifikat 0.

Keluhan keduanya kembali dilayangkan ke Panitia Prakerja Indonesia lewat email info@prakerja.go.id pada 21 Juli 2020.

“Pertanyaan saya, kenapa sejak itu hingga hari ini, 21 Juli 2020 sertifikat pelatihan saya di dashboard Akun Prakerja masih 0 ?,” kata dia.

Atas keluhan keduanya, panitia membalas dengan “mesin penjawabnya”. “Kami sangat senang anda mendaftarkan diri ke Program Kartu Prakerja. Saat ini Sistem Kartu Prakerja sedang mengalami antrian tinggi, harap bersabar, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. ikuti petunjuk yang ada di situs yang telah disediakan dan tetap berkomunikasi via link official email dan media sosial yang telah disiapkan. Terima Kasih atas kerjasamanya dan tetap semangat membangun indonesia menjadi lebih baik,” demikian tanggapannya.

Peserta juga berupaya menghubungi nomor telepon Call Center Layanan Masyarakat di 021-25541246. Puluhan kali ia menghubungi, namun tak direspon dengan alasan sama. Mesin penjawab mengatakan, petugas sedang sibuk.

Merasa bingung, peserta mencoba membuat keluhan kasusnya di postingan komentar pada Instagram Prakerja di @prakerja.go.id. Alangkah terkejutnya, hanya beberapa detik usai diupload, komentar itu dihapus pihak admin.

Beberapa jam kemudian, keluhan sama di komentar Instagram Prakerja kembali dibuat. Namun, hal serupa kembali terjadi. Pihak admin menghapusnya.

Peserta Prakerja Bingung

Pada tanggal 6 Agustus, peserta membuka akun Prakerjanya dan melihat dasboard akun terlihat kosong, tidak ada pelatihan yang diikuti, seolah belum mengikuti pelatihan. Sementara status pelatihan kelas Menulis Opini, Menembus Meja Redaksi di Tempo Institute sebelumnya hilang.

Merasa pelatihan pertamanya tak dianggap, peserta mencoba mendaftar pelatihan “baru”. Namun saat akan membayar pelatihan baru dengan saldo di akun Prakerja, muncul peringatan adanya pelatihan yang belum selesai.

Peserta langsung mengeluhkan ke Panitia Prakerja Indonesia (keliuhan ke-3) perihal itu. Namun atas masalah itu, tidak ada penyelesaian.

“Hi! Terima kasih atas atensi nya. Kami sangat senang anda mendaftarkan diri ke Program Kartu Prakerja. Saat ini Sistem Kartu Prakerja sedang mengalami antrian tinggi, harap bersabar, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. ikuti petunjuk yang ada di situs yang telah disediakan dan tetap berkomunikasi via link official email dan media sosial yang telah disiapkan. Terima Kasih atas kerjasamanya dan tetap semangat membangun indonesia menjadi lebih baik,” demikian tanggapan atas keluhan ke-3 itu.
Atas kasusnya itu, peserta mengaku binggung harus “wadul” kemana. Sementara Pelatihan dan insentif yang diharapkannya tidak bisa didapatkan.
“Saya ngak tahu harus bagaimana. Lapor kemana ?. Saya sangat menyesalkan sikap Panitia Prakerja,” kata dia.

Atas persoalan itu, INFOPlus belum bisa mengkonfirmasi ke pihak Panitia Prakerja Indonesia.

(far)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *