Produsen Sarung Gajah Duduk Terancam Pailit Karena Digugat PKPU

oleh -1.062 views

Ilustrasi

Semarang – Produsen sarung merek Gajah Duduk, PT Pismatex Textile Industry terancam pailit karena digugat ke pengadilan. Gugatan muncul karena PT Pismatex tak membayar hutangnya sebesar Rp 1,4 miliar.

Gugatan terhadap PT Pismatex Textile Industry di Jalan Raya Bligo, Sapugarut, Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah itu masih Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

PKPU diajukan Bobby Johan, Direktur dari PT Maju Lancar Lestari di Jl. Hegarsari No. 1A, RT. 002, RW. 009, Kel. Hegarmanah, Kec. Cidadap, Bandung. Pengusaha batu bara itu diwakili tim kuasa hukumnya, Dedy Darmawan SH, Sururi El Haque SH, Adnan Kuntonugroho SH.

PKPU PT Pismatex, produsen sarung merek Gajah Duduk yang didirikan tahun 1972 itu diajukan 23 Juni 2020 lalu.

“PKPU dalam perkara nomor 15/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Smg,” ungkap Afdlori, Panitera Muda Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (30/6/2020).

Sidang perdana pemeriksaan perkaranya digelar Selasa, 30 Juni 2020. Perkara diperiksa majelis hakim Dr Agus Rusianto (ketua), Muhamad Yusuf dan Aloysius Priharnoto (anggota).

PT Maju Lancar Lestari, perusahaan bidang perdagangan barang berupa alat/perlengkapan konfeksi, pakaian jadi dan tekstil.

Pemohon dan Termohon memiliki hubungan hukum jual beli. Pemohon selaku penyuplai batu bara yang dipesan Termohon.

PKPU muncul setelah PT Pismatex dianggap lalai tak memenuhi kewajiban pembayaran ke PT Maju Lancar Lestari sejak jatuh tempo hingga sekarang.

Total hutang PT Pismatex ke PT Maju Lancar Lestari sendiri sekitar Rp 1,4 miliar. Jumlah itu belum termasuk utang ke sejumlah kreditur lain.

Kepada majelis hakim pemeriksa pada Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang, Pemohon PKPU meminta pengadilan menetapkan PT Pismatex berstatus PKPU.

Pemohon mengusulkan empat nama kurator sebagai tim pengurus PKPU. Mereka, Sutanto SH MH, Kurator dan Pengurus di Jalan Raya Kelapa Puan Blok AE-1 No. 16, Gading Serpong, Tangerang.

Joshua Satyagraha, SH LLM, kurator yang berkantor di Yohanes Aples & Partners, Menara Jamsostek, Menara Utara Lantai 9 Unit 8, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Wahyu Hidayat SH, kurator di Kantor Hukum WA & Partners, Twin Plaza Office Tower, Lt. 4 Ruang 428, Jl. S. Parman Kav 93 – 94, Slipi, Jakarta Barat. Abi Prima Prawira SH, kurator di Kantor Hukum Fennieka & Associates, Jl. Belawan No. 8, Semarang.

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *