Pria Tewas Diduga Dibunuh di Pekalongan

oleh -39 views

Pekalongan – Seorang pemuda di Pekalongan tewas dengan bersimbah darah di Jalan Urip Sumohardjo, Bendan, Kota Pekalongan. Korban diketahui bernama Taufik Yunus Bin Wasjun (24) asal Sastrodirjan RT 11 RW 05, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.

Informasi yang berhasil dihimpun dari pihak kepolisian, pria tersebut ditemukan tewas Senin (21/5/2018) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan penuh dengan luka sayatan benda tajam, tergeletak tak berdaya di Jalan Urip Sumohardjo, Bendan, Kota Pekalongan.

Peristiwa tersebut berawal pada Senin (21/5/2018) dini hari yakni sekitar pukul 00.05 WIB, korban bersama adiknya yakni Abdullah Faqih (20) berangkat dari rumah di Wonopringgo menuju ke Kota Pekalongan untuk menjual HP miliknya secara Cash on Delivery (COD).

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Pekalongan Barat, Kompol Hanafi Umar.

“Tujuannya untuk bertemu seseorang guna menjual HP-nya. Setelah sebelumnya memasang iklan di group jual beli di Facebook,” terang Kapolsek Pekalongan Barat, Kompol Hanafi Umar.

Kompol Hanafi menambahkan, sesampainya korban di lokasi kejadian, korban bersama adiknya ini bertemu dengan tersangka berjumlah dua orang.

“Dari pengakuan adik korban, setelah sampai di lokasi mereka ditemui dua orang. Setelah HP dilihat-lihat, ternyata tersangka berniat membawa hp korban,” imbuhnya.

Saat itu juga korban langsung menahannya dengan cara memegangi pelaku. Namun pelaku justru menusuk korban beberapa kali menggunakan senjata tajam yang telah disiapkan sebelumnya.

“Akibat luka tusukan tersebut, korban meningal di lokasi kejadian. Sementara adiknya shock atas apa yang dialami kakaknya,” kata Hanafi.

Pelaku langsung melarikan diri dengan menggunaka sepeda motor ke arah utara dari lokasi kejadian. Usai menerima laporan peristiwa tersebut, polisi langsung melakukan olah kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke RSUD Bendan. Jenazah korban telah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Kita masih melakukan pendalaman dan pengejaran pada pelaku,” imbuh Kompol Hanafi Umar.(edi)