Polres Blora Tangkap Empat Provokator Pembakaran Mobil Dinas Perhutani

oleh -69 views

Blora – Jajaran Satuan Reskrim Polres Blora berhasil mengungkap aksi penganiayaan terhadap empat anggota Polisi Hutan dan membakar mobil dinas negara milik Perhutani. Empat pelakunya berhasil diamankan.

“Sementara empat pelaku provokator tindakan anarkis yang diperkirakan puluhan orang itu, terjadi hari Rabu (15/8/2018) lalu sudah ditangkap, dan di tahan di Mapolres Blora. Sementara masih diproses penyidik untuk keterangaan mengetahui lebih rinci, siapa para pelaku itu dan motifnya, ” ujar AKBP Saptono saat gelar konfrensi pers, Selasa (21/08/18).

Diungkapkan, kasus penganiayaan dan pembakaran terjadi buntut dari kasus ileg logging di lokasi. Petugas kehutanan memergoki sejumlah warga yang mengangkut kayu jati dan berhasil melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motor dan batang kayu jati hasil curian.

Merasa tidak terima karena motor dan kayu jati disita petugas. Pada pukul 18.30 WIB, para pelaku menjebak petugas Perhutani dengan melakukan aksi pencurian kembali di hutan petak 90 Bagian Kesatuan Pemanagkuan Hutan (BKPH) Kalisari, KPH Blora.

Saat berusaha mengejar pelaku petugas Perhutani dihadang puluhan warga di wilayah Dukuh Kenongo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora. Karena terprovokasi kemudian puluhan warga tersebut langsung melempari mobil dinas Perhutani dengan batu dan kayu kemudian membakarnya.

“Dari kejadian tersebut, mobil Perhutani rusak parah, beruntung empat petugas Polisi Hutan selamat dan hanya luka ringan akibat terkena lemparan batu yang dilakukan warga,” terang Kapolres.

AKBP Saptono menjelaskan dalam penanganan kasusus ini Kepolisian berhati-hati karena pada saat itu langsung berhadapan dengan warga yang masih emosi.

“Kami terapkan metode pendekatan, kita kumpulkan barang bukti, olah TKP di lokasi tersebut serta keterangan dari korban dan saksi, baru kita bertindak, ” tambahnya.

Inisial nama pelaku provokator yang berhasil diamankan yakni SP, SR, SA, SS dari empat tersebut salah satu pelaku menjabat sebagai seorang perangkat desa yang berperan menyuruh membeli bensin untuk membakar mobil Perhutani.

Kapolres Blora kembali menerangkan bahwa aksi tersebut terjadi spontanitas tanpa adanya rencana sebelumnya. Ini merupakan bentuk pelajaran untuk masyarakat bahwa segala mancam bentuk anarkis bahkan sampai merusak barang milik pribadi atau fasilitas negara dapat dikenakan sanksi pidana. Apalagi para petugas Perhutani tersebut sedang melaksanakan tugas.