PNS Kantor Pajak Semarang Gadungan Tipu Rp 95 Juta

oleh -158 views
Ilustrasi seleksi penerimaan CPNS Kantor Pajak.

Semarang – Agus Sumaryanto bin Surahmat (31), warga Jl.Taman karonsih III RT.006 RW. 004 Kel.Ngaliyan Kec.Ngaliyan Kota Semarang diadili atas kasus penipuan. Ia yang tinggal di Perum Grend Pratama Residence Blok F 11 Rt. 05 Rw. 05 Kel.Mijen Kec. Mijen Semarang yang diduga menipu, mengaku PNS Kantor Pajak itu diduga menipu Rp 95 juta.

Agus ditahan sejak 11 April 2019 lalu dan kini duduk di kursi pesakitan atas perkaranya itu.

“Perkara Agus Sumaryanto terdaftar nomor perkara 395/Pid.B/2019/PN Smg 20 May 2019,” jelas Noerma Soejatiningsih, Panitera Muda Pidana pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, kasus terjadi September sampai Desember 2018 lalu.
Bermula saat Danang Afri Utomo bin Supriyanto menanyakan pekerjaan kepadanya dan dijawab sebagai PNS Kantor Pajak. Kepadanya Afri menanyakan, adakah lowongan pekerjaan di tempat kerjanya itu.

Agus yang mengaku pegawai negeri di kantor Pajak di Semarang Utara Kota Semarang itu menjanjikan bisa meloloskan /membantu Danang Afti Utomo menjadi PNS di kantor Pajak Candisari Jatingaleh kota Semarang.
Dia menawari Danang membayar Rp 200 juta. Atas tawaran itu, Danang menyapaikan ke Supriyanto dan dan disetujuinya.

Kesepakatan mereka dibuat di rumah Agung di Ngaliyan. Setelah sepakat sekitar 23 September 2018 Agus datang da. meminta uang muka Rp 70 juta.

Permintaan berlanjut pada 28 September Rp 5 juta, 4 Desember 2018 Rp 25 juta. Pada 30 Desember 2028, Agus menyampaikan ke Supriyanto jika Danang Afri telah diterima menjadi pegawai negeri sipil dikantor pajak.

Meyakinkan korban, ia menunjukan surat pengumuman diterima menjadi PNS Kementrian Keuangan. Atas hal itu, Agus kembali meminta uang biaya penempatan Rp 5 juta. Sehingga total uang yang diterimanya Rp 105 juta.
Sekitar 14 Januari 2019 Agus memberitahukan kepada Danang Afri Utomo datang ke kantor pajak, besoknya pada 15 Januari 2019, agar menemui Eko di bagian Personalia.

Danang yang datang ke kantor pajak mencari petugas bernama Eko namun tak menemukannya. Ia yang menghubungi Agus lalu diminta menunggu. Namun Agus batal menyusul dan beralasan dinas ke Demak.
Malam sekitar jam 19.30 WIB Agus datang bersama istrinya, Luki ke rumah Danang. Dia meminta kekurangan uang Rp 95 juta.