Perkara Penyiksaan ART di Semarang Masuk Pengadilan

oleh -128 views

Ilustrasi

Semarang – Kasus dugaan penyiksaan terhadap seorang Asisten Rumah Tangga (ART) di Kota Semarang, Ika Musriati segera diadili.

Perkaranya sudah dilimpahkan penuntut umum Kejari Kota Semarang ke pengadilan.

Noerma Soejatiningsih, Panitera Muda Pidana pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang mengakui adanya pelimpahan perkara dalam klasifikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu.

“Dilimpahkan ke pengadilan Senin, 6 Juli 2020 lalu. Perkara teregister nomor 420/Pid.Sus/2020/PN Smg,” jelas dia, Selasa (7/7/2010).

Informasi di kejaksaan menyebutkan, di perkara itu telah ditetapkan tersangka atasnama Rostin Sucipto binti Sucipto Lelono. Atas pelimpahan itu, wanita berusia 28 tahun itu segera diadili sebagai terdakwa.

Rostin Sucipto merupakan warga kPerumahan Graha Padma Jl. Taman Lavender I No.31 Rt.03 Rw.06 Kelurahan Tambakkharjo Kecamatan Semarang Barat. Ia telah ditahan sejak penyidikan perkaranya pada 25 April 2020 lalu.

Kasus dugaan KDRT terjadi September hingga Desember 2019 di rumah Rostin di Perumahan Graha Padma.

Korban, Ika Musriati, warga Jalan Cimanukk VIII No.84 Rt.08 Rw.02 Kelurahan Mlatiharjo Semarang Timur Kota Semarang.

Korban Ika disiksa pelaku Rostin, majikannya itu secara tak manusiawi hingga menderita sejumlah luka.

Aks kekerasan dilakukan karena korban dinilao membuat kesalahan saat mengerjakan pekerjaan rumah sebagai pembantu sehingga ia dihukum.

Jika korban tidak mau melakukan hukumannya, ia diancam dipecat dan harus membayar ganti rugi Rp 20 juta?

Di perkara itu, Rostin Sucipto dijerat pasal 44 Ayat (2) UU No.23 Tahun 2004 tentang penghapusan KDRT Jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP. Subsidair,pasal 44 Ayat (1) UU yang sama Jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *