Pendapatan Menurun, Rumah Tangga di Jateng Pesimis Atas Kondisi Ekonomi

oleh -580 views

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat bahwa secara umum, rumah tangga di provinsi ini merasa pesimis atas kondisi ekonomi pada triwulan III-2019. Situasi ini didapat apabila dibandingkan dengan kondisi pada triwulan sebelumnya.

Dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis BPS Jateng, nilai indeks tendensi konsumen (ITK) di Jawa Tengah pada triwulan III-2019 sebesar 99,48.
BPS menyatakan, angka ini berarti bahwa rumah tangga mempunyai persepsi pesimis terhadap kondisi ekonomi di Jawa Tengah, atau mengalami penurunan dibandingkan kondisi pada triwulan sebelumnya.
Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono menerangkan, pendapat kondisi ekonomi rumah tangga yang menurun dikarenakan terjadi penurunan pendapatan yang tergambar dari nilai indeksnya yang sebesar 98,27 dan volume konsumsi yang tercatat sebesar 95,22.
“Di sisi lain, kenaikan harga yang tetap terjaga tidak mempengaruhi konsumsi masyarakat. Hal ini tergambar oleh angka indeks pengaruh inflasi terhadap konsumsi sebesar 105,13,” ujarnya, Selasa (19/11).
Dia menyebut, nilai ITK Jawa Tengah pada Triwulan IV-2019 diperkirakan sebesar 101,47. Artinya kondisi ekonomi dipersepsikan oleh konsumen mengalami peningkatan dibandingkan Triwulan III-2019.
“Faktor yang mempengaruhinya adalah optimisme rumah tangga untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik yang ditunjukkan dengan indeks pendapatan mendatang sebesar 106,39,” sebutnya.
Sementara itu, rumah tangga di Jawa Tengah belum merencanakan pembelian barang tahan lama pada triwulan IV-2019 yang ditunjukkan dengan indeks pembelian barang tahan lama sebesar 92,86.
“Pada triwulan III-2019, rumah tangga menyatakan pendapatannya menurun dibandingkan dengan pendapatan rumahtangga pada triwulan sebelumnya,” jelasnya.
Penurunan ini dikarenakan pada triwulan sebelumnya rumah tangga menerima tunjangan hari raya (THR) menjelang lebaran bagi pekerja, gaji ke 14 bagi ASN serta tambahan penghasilan bagi wiraswasta.
Volume konsumsi barang/jasa Triwulan III 2019 mengalami penurunan bila dibanding dengan triwulan sebelumnya.
“Hal ini dapat dipahami, karena pada triwulan sebelumnya ada perayaan hari raya Idul Fitri dan awal liburan sekolah, sehingga membelanjakan barang/jasa lebih tinggi dibandingkan selama triwulan III,” tandasnya. (mht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *