Penambangan Ilegal Sudah Masuk Fase Kritis

oleh -58 views
SEMARANG – Kalangan anggota DPRD Jawa Tengah meminta pemerintah provinsi segera membentuk tim ad hoc untuk menertibkan berbagai praktik penambangan ilegal.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan, dengan adanya tim ad hoc penertiban tambang ilegal, maka tim bisa bekerja cepat dan sistematis.

“Karena masing-masing institusi bisa langsung mengevaluasi kerja pernosel di tim ad hoc tersebut,” ujarnya, Rabu (1/7).

Selama ini, jelas dia, persoalan tambang ilegal di Jateng sudah masuk ke fase kritis, dimana penambangan atau galian dilakukan secara ilegal dan masif.

“Untuk penertiban tambang ilegal, berdasarkan kewenangan merupakan kewenangan aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian,” sebutnya.

Sementara Pemprov Jateng melalui Dinas ESDM, jelas dia, hanya bersifat memberikan rekomendasi.

“Terkait dengan legalitas penambangan, aparat penegak hukum tidak ada kewenangan untuk melakukan penindakan apabila mengetahui adanya penambangan atau galian yang ilegal,” jelasnya.

Hadi membeberkan, beberapa penambangan terdeteksi ilegal seperti di Kabupaten Sragen, Magelang, Batang, dan Kabupaten Rembang.

“Maraknya aktivitas penambangan ilegal juga sekaligus menunjukkan jika tidak ada upaya dari pemerintah daerah terkait untuk melakukan penertiban aktivitas penambangan liar di tempatnya masing-masing,” katanya.

Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 3/2020 sudah ditegaskan jika pemerintah daerah tidak diperbolehkan untuk menerbitkan izin baru terkait penambangan.

Terkait dengan maraknya aktivitas tambang ilegal di beberapa daerah, ia menyebutnya sebagai tindak pidana pencurian karena dalam praktiknya belum tentu aktivitas tambang tersebut dilakukan di titik yang memang diperbolehkan untuk aktivitas penambangan.

“Bisa juga itu tanah mereka sendiri atau bukan serta bisa jadi titiknya bukan untuk penambangan. Jadi lebih tepatnya itu sebuah pencurian,” tukasnya. (mht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *