Pemprov Jateng Rencanakan Pinjam Rp 2,7 Triliun

oleh -136 views
ilustrasi

Semarang – DPRD Jawa Tengah mengkaji rencana penerbitan obligasi oleh Pemprov Jateng senilai Rp2,7 triliun. Anggota Komisi C DPRD Jateng Ahmad Ridwan mengaku akan mengkaji dengan sejumlah pihak terkait sebelum menyetujui.

“Karena selama ini obligasi daerah belum pernah diterapkan di pemerintah daerah manapun,” kata dia, akhir Juni.

Menurut dia, perlu kehati-hatian kajian secara ekonomi dan kelembagaan atas rencana itu agar berdampak positif untuk Jateng. Diakuinya, eksekutif sudah memanggil beberapa para pemangku kepentingan untuk dimintai pertimbangan.

“Kami belum karena masih konsentrasi pada pembahasan APBD Perubahan 2019 dan APBD murni 2020,” ujar dia.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi meminta Pemprov fokus mengelola dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) daripada rencana penerbitan obligasi daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, kata dia, rata-rata dana Silpa APBD Jateng mencapai Rp1,6 triliun.

“Rata-rata dalam lima tahun terakhir angka juga segitu. Kenapa tidak dikelola. Itukan cukup besar,” katanya.

Diberitakan media, obligasi daerah senilai total Rp2.836.013.705.000 berbentuk pinjaman daerah rencananya akan digunakan membiayai 7 proyek dalam tahun jamak yakni 2020 hingga 2022.

Ketujuh proyek tersebut adalah Pembangunan RSUD dengan unggulan pelayanan kanker di Magelang dengan nilai kegiatan Rp580 miliar. RSUD tersebut akan dibangun selama 2 tahun dengan rincian anggaran Rp260 miliar pada 2020 dan Rp320 miliar pada 2021.

Pembangunan RSUD dengan unggulan pelayanan ibu dan anak di Pekalongan nilai total obligasi daerah Rp430 miliar dengan rincian Rp130 miliar (2020), dan Rp300 miliar (2021). Selain itu, pengembangan pelayanan kanker di Rumah Sakit Kelet Donorojo dengan nilai total obligasi daerah Rp255.509.686.000. Rinciannya Rp108.508.442.000(2020), Rp66.466.934.000 (2021), dan Rp80.534.310.000 (2022).

Pengembangan RSUD Moewardi untuk pengembangan onkologi terpadu dengan nilai kegiatan Rp273.461.454.000 (2020), dan Rp468.487.565.000 sehingga nilai total Rp741.949.019.000.

Pembangunan Sport and Youth Centre Jatidiri dengan anggaran Rp276.055.000.000 (2021), dan Rp88 miliar (2022) sehingga total senilai Rp364.055.000.000. Pengembangan Kawasan Edupark Tlogo Tuntang Rp104 miliar (2021), dan Rp230,5 miliar (2022) sehingga total Rp334,5 miliar.

Serta peningkatan Terminal Angkutan Jalan (6 lokasi) Rp95 miliar (2020), dan Rp35 miliar (2021) sehingga total Rp130 miliar. Jumlah obligasi daerah yang diusulkan adalah Rp866.969.896.000 di tahun 2020, Rp1.570.009.499.000 di tahun 2021, dan Rp399.034.310.000 pada tahun 2022 sehingga jumlah totalnya Rp2.836.013.705.000. (ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *