Pemkab Kendal Dapat Rp 4,5 Miliar untuk Perbaikan Tanggul Sungai Bodri

oleh -101 views

Kendal – Tanggul Sungai Bodri kondisinya kian parah setelah diterjang banjir akibat derasnya aliran sungai, Kamis (28/01/2021) malam. Air sempat merembes dari sela-sela tanggul sehingga membahayakan jika kondisi sungai kembali banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal Sugiono mengatakan, pihaknya ingin melihat langsung kondisi banjir di Desa Bangunsari akibat luapan air dari Kalibodri, dan kondisi tanggul kritis di Desa Lanji.

“Perbaikan tanggul Desa Lanji, Insya Allah di tahun ini. Kita akan mendapatkan anggaran4,5 miliar dari Provinsi Jawa Tengah,” terang Sugiono.

Sugiono mengungkapkan, untuk ke depan sudah ada rencana pembangunan Bendungan Kalibodri dari Pemerintah Pusat.

“Bahkan sudah dilakukan kajian Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) pada tahun 2020 dan Detail Engineering Design (DED), serta pembebasan lahan di tahun 2021, dan di tahun 2022-2023 adalah pelaksanaan fisiknya. Jadi pembangunan Bendungan Bodri sudah dijadwalkan akan selesai 2 tahun lagi, yaitu di tahun 2023,” ungkapnya.

Sugiono menambahkan, selama ini terkait dengan adanya banjir itu penyebabnya dari luapan air Kalibodri. Sedangkan untuk Kalibodri kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Maka pihaknya hanya turun menangani saat darurat dan terjadi banjir.

“Kita berharap, dengan adanya pembangunan Bendungan Bodri nantinya dapat mengurangi debit air yang ada di sungai Bodri, sehingga akan mengurangi potensi banjir khususnya di Kecamatan Patebon dan sekitarnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kendal terpilih, Dico M Ganinduto saat melihat kondisi tangul yang kritis mengatakan, untuk kedua kalinya dalam 2 minggu terakhir ini, ia mendapatkan kabar banjir di berbagai titik di Kabupaten Kendal.

“Saya segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi yang ada. Ternyata, banjir disebabkan oleh banyak faktor. Utamanya karena curah hujan dan laut pasang yang sangat memprihatinkan,” kata Dico.

Ia juga mengatakan, penanganan banjir di Kabupaten Kendal perlu ditangani dari hulu hingga hilir. Karena keduanya saling berhubungan. Selain itu, lanjut Dico kewaspadaan juga perlu ditingkatkan agar tidak terjadi korban jiwa.

“Ke depannya pembenahan infrastruktur sangat perlu untuk dilakukan. Kerjasama antara pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten Kendal juga perlu untuk ditingkatkan demi terciptanya kesejahteraan rakyat,” tukas Dico

Sumber Ayo Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *