Pelantikan 199 Kades Terpilih di Kendal Digelar Online. Bupati Minta Tak Malu

oleh -67 views

Pelantikan Kades di Kabupaten Kendal digelar secara online.

KENDAL – Sebanyak 199 Kepala Desa Kabupaten Kendal terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2020, dilantik bupati di Pendopo Kabupaten secara online.

Acara hanya diikuti  perwakilan Kades terpilih dari 19 kecamatan. Wakil Bupati, serta Forkopimda Kabupaten Kendal turut hadir menyaksikan pelantikan, Senin (11/5/2020).

Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, Kades yang dilantik segera bekerja membangun wilayah sesuai koridornya dan bertanggung jawab dengan tugas yang telah diembannya.

Mereka yang diberikan amanah agar menjadi pengayom masyarakat dan melaksanakan peraturan yang ditetapkan sesuai dengan pakta integritas yang telah ditandatangani.

“Perbaiki pelayanan, dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Sinergitas dengan perangkat desa dan tetap punya niat kebaikan dalam bekerja untuk kemakmuran warganya,” ucapnya.

Menurut Mirna, segala sesuatu di desa harus jelas terprogram dan terlaporkan dengan memanfaatkan aplikasi elektronik dan internet yang perlu dikuasai dan dimengerti kepala desa.

Dirinya juga berharap agar dalam kinerja, kades harus bisa bermanfaat bagi sesama, kemudian dimasa pandemi bisa mengajak warganya untuk ikuti anjuran pemerintah, agar imbauan maupun keputusan pemerintah tidak bias dan dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

“Sebagai kepala desa, anda semua sekarang sudah jadi orang tua warga. Lanjutkan program yang belum selesai sebelumnya, dan sukseskan,” terangnya.

Mirna juga berpesan, agar para Kades terpilih bisa menjaga iklim kondusif di desanya.

“Jangan malu melaporkan kondisi warganya, misal ada warganya yang rumahnya tidak layak huni tidak dilaporkan apalagi malah ditutupi,” tandasnya.

Dengan penguasaan teknologi informasi, semua program kerja akan transparan, sehingga mampu menjembatani ketidakpercayaan masyarakat pada pemerintah terhadap semua program pembangunan yang dijalankan.

‘’Kita semua sepakat dan berkomitmen tidak ada korupsi, kolusi dan nepotisme di Kabupaten Kendal,’’ tuturnya.

Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun menambahkan, para Kades agar menjalin koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Tingkat Kecamatan dan bisa memberi masukan pada camat dalam rangka menjalankan roda pemerintahan di desanya.

Dirinya juga mengingatkan agar para kades meningkatkan pelayanan dan terbuka. Hal itu bertujuan mempercepat pelayanan masyarakat sekaligus memutus mata rantai pungutan liar yang marak terjadi di sektor pelayanan masyarakat.

‘’Anggaran atau bantuan untuk membangun desa harus mampu dipertanggung jawabkan dengan baik dan dipergunakan untuk membangun desa dan mensejahterakan masyarakat,’’ ungkap Makmun.

Kades Karanganyar, Kecamatan Plantungan, Amin Arifandi mengatakan, dirinya akan fokus pada peningkatan perekonomian masyarakat. Karena menurutnya desa yang terletak di paling ujung Kendal teesebut masih tertinggal dari desa lain.

“Disamping itu kami juga akan fokus dengan masalah peningkatan taraf sosial masyarakat, khususnya dalam hal ini adalah pemerataan bantuan sosial dari pemerintah,” jelasnya.

Disinggung soal peningkatan ekonomi, Amin ingin meningkatkan ekonomi kreatif.

“Sekarang eranya online jadi kami ingin produk daerah kami seperti olahan buah Jambu dan kerajinan bisa terjual di luar daerah,” pungkasnya.

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *