Padi Varietas Inpari 32 Dikembangkan di Temanggung

oleh -89 views

Temanggung – Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengembangkan penanaman padi varietas inpari 32 untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat karena produktivitasnya lebih tinggi.

“Produktivitas padi inpari 32 ini secara kuantitas bisa lebih banyak dari jenis lain dan cocok dikembangkan di Temanggung,” katanya Bupati Temanggung M. Al Khadziq di Temanggung, Kamis (21/1/2021).

Menurut dia, varietas inpari 32 sedang dikembangkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung.

Uji coba penanaman telah dilakukan oleh kelompok tani di sawah di wilayah perbatasan Desa Campursalam dan Parakan Wetan milik Haji Mat Nur yang juga pemilik UD Mapan.

“Inpari 32 ini varietas baru, hasilnya jauh lebih maksimal. Setiap 1 hektare bisa menghasilkan panen sebanyak 10,5 ton, dibanding padi biasa yang lain 1 hektare hanya menghasilkan 5-6 ton. Jadi hampir dua kali lipat,” katanya usai panen padi inpari 32 di Parakan Wetan.

Ia menuturkan jika varietas inpari 32 ini terus dikembangkan di Temanggung maka bisa menjadi bahan cadangan pangan yang cukup untuk seluruh masyarakat Kabupaten Temanggung.

“Dengan hasil lebih banyak maka otomatis suplai ke masyarakat pun akan bertambah dan diharapkan bisa menjadi salah satu solusi akan pangan di masa pandemi COVID-19 ini.

Selain itu, penghasilan petani bisa bertambah banyak, cadangan pangan kabupaten juga bertambah banyak, bahkan bisa surplus dan bisa menjualnya ke luar wilayah Kabupaten Temanggung.

Pemilik UD Mapan yang juga pelaku pertanian Mat Nur mengatakan inpari 32 ini cocok ditanam di wilayah Kabupaten Temanggung yang kondisinya cenderung lembab dan tahan terhadap penyakit busuk daun.

Ia mengatakan sudah tiga kali menanam menggunakan benih inpari 32 dan hasilnya sesuai dengan harapan, tentunya dengan diimbangi pemupukan berimbang serta pengolahan tanah yang baik.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Parakan Taryono menyampaikan kelebihan inpari 32 produksinya tinggi, tanamannya tahan rebah, tahan kurang air, maka bisa ditanam di lahan pertanian yang kurang air.

Ia menyampaikan masa tanam hingga panen inpari 32 adalah 115-117 hari.

Sumber Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *