Nasabah Bumiputera di Jepara dan Pati Mengeluh Pencairan Klaim Lambat

oleh -194 views

Pati – Sejumlah nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera di Jepara dan Pati, mengeluh tak segera menerima pencairan klaim asuransinya. Mereka mengaku klaim asuransi yang diajukan sejak awal 2018 lalu, belum dibayar hingga sekarang. Besaran klaim itu bervariasi. Mulai Rp 10 juta sampai Rp 200 juta.

Seperti keluhan salah satu nasabah, Sholkan (49), warga Jambu Mlongo, Jepara yang menjadi nasabah di Jepara. Dia bersama sejumlah temannya kesulitan mencairkan klaim asuransinya yang jatuh tempo akhir 2017 lalu di Bumiputera.

“Itu sudah 9 bulan lalu. Saya konfirmasi ke kantor cabang dijawab sudah diekuangan dan tinggal pencairan, tapi tidak jelas juga. Begitu saya tekan, cabang menyarankan konfirmasi ke Jakarta atau pusat. Saya telepeon Jakarta jawabnya sama dan diminta menunggu. Sampai awal puasa lalu belum ada pencairan,” kata Sholkan mengaku berhak atas Rp 60 juta klaim asuransinya, Selasa (5/6/2018).

Sholkan mengaku hanya pasrah atas masalah itu, meski dirinya sangat membutuhkan dananya untuk biaya kuliah anaknya. Ia mengaku belum berfiikir menempuh upaya hukum.

“Kami coba persuasif dulu dan terus koordinasi dengan teman-teman,” kata dia.

Senada diakui, Nur Hayati, mantan agen Bumiputera Kantor Cabang Pati, mengakui adanya pencairan klaim asuransi. Warga Langenharjo RT 7 RT 2 Juwana Pati itu mengakui, klaim enam nasabah yang telah jatuh tempo dan diajukannya sampai kini tak jelas pencairannya. Padahaln biasanya, saat penebusan akan cair maksimal dalam waktu 7 hari kerja, setelah diajukan.

“Ada tanggung jawab moral ke nasabah, karena mereka tahunya ikut kami meski saya sudah purna. Pengajuan sebelum Maret 2018 lalu lancar, tapi sejak itu hingga kini belum cair dan tak jelas karena hanya diminta sabar,” kata dia mengaku pensiun 2005 lalu dan membawa sekitar 200 nasabah.

Nur menambahkan, rata-rata klaim nasabah yang diajukannya di atas Rp 100 juta.

“Kami sempat konfirmadi ke kantor Bumiputera Pati dan dijawab kondisi kurang bagus dan diminta menunda dan sabar. Dikatakan juga masih dalam proses penyehatan,”katanya.