Muncul 4 Klaster Keluarga di Klaten, Belasan Orang Kena Corona

oleh -66 views

Klaten – Satgas menemukan empat klaster keluarga penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Klaster itu terdeteksi sejak Minggu (18/4) lalu.

“Yang klaster keluarga ini, yang kemarin hari Minggu terdeteksi empat keluarga. Ini yang berbahaya,” ungkap Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Roni Roekmito pada wartawan di Pemkab, Rabu (21/4/2021).

Roni menjelaskan Satgas saat ini menilai penyebaran lebih terjadi ke klaster keluarga. Kondisi itu bisa berbahaya karena akan sulit dicegah jika keluarga percaya diri merasa aman.

“Sulit dicegah karena anggota keluarga percaya diri tidak memakai masker. Keluar berinteraksi dengan tetangga atau justru kena dari tetangga,” lanjut Roni.

Kasus di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, kata Roni, bisa menjadi pelajaran sebab tidak jelas terpapar dari mana. Namun saat pasien menularkan para penjenguknya. Roni mengungkap ada 15 orang positif Corona dari empat klaster tersebut.

“Total ada 15 orang dari empat keluarga. Ada yang satu keluarga lima orang, empat orang, dua orang dan semua melakukan isolasi mandiri di rumah,” terang Roni.

Secara epidemiologis, imbuh Roni, temuan klaster itu bagus sebab terdeteksi sejak dini. Sehingga kasus itu bisa segera ditindaklanjuti sehingga segera hilang.

“Jika ditemukan sejak dini bisa segera ditangani dan kasus segera berakhir. Susahnya jika masyarakat tidak jujur menceritakan kondisinya, itu justru mempersulit ke depannya,” pungkas Roni.

Terpisah, Camat Klaten Tengah, Sofan, mengungkapkan saat ini hanya tersisa tiga keluarga. Dengan demikian terjadi pergeseran dari penyebaran sebelumnya.

“Kemarin empat, hari ini saya cek satu sudah sembuh dan sisa tiga keluarga. Ini kecenderungannya kalau Minggu sebelumnya yang muncul klaster perkantoran, ini beralih ke keluarga,” jelas Sofan pada detikcom hari ini.

“Tiga itu dari satu rumah. Yang kita adalah dengan isolasi mandiri dimana keluarga yang sehat kita ungsikan dan rumah ditempati yang isolasi,” jelas Sofan.

Satgas kecamatan, imbuh Sofan, telah melakukan tracing dari tiga klaster keluarga tersebut. Dari tiga tersebut ada satu yang mendapat perhatian serius.

“Dari tiga itu satu yang mendapat perhatian karena pekerjaan berjualan bawang merah. Kita tracing 31 orang yang reaktif 15 orang dan 16 non reaktif,” kata Sofan.

Sumber Detik

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.