Modus Baru Terus Bermunculan dalam Peredaran Narkoba. Masker Pun Jadi Celah

oleh -24 views
MAGELANG – Modus baru terus bermunculan dalam peredaran narkoba di Jawa Tengah. Terbaru, Badan Narkotika Nasional (BNN) Magelang berhasil mengamankan JML (41), warga Desa Sindurejan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo.

Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan, modus baru itu terkuak saat BNN Kabuapaten Magelang menangkap seorang residivis pemakai narkoba, berupaya menyembunyikan sabu di balik masker yang dikenakannya. “Namun tindakan itu dapat diketahui oleh petugas dari BNN,” katanya, Sabtu (12/9).

Beny menjelaskan, bahwa sabu dari tersangka JML, dimasukkan ke dalam masker warna biru yang sudah dilubangi bagian tengahnya yang dipakai tersangka. Dengan demikian, seolah-olah ia tidak membawa sesuatu yang mencurigakan sebab di era pandemi Covid-19, masker umum dipakai untuk keamanan.

Tersangka JML sendiri ditangkap di Jalan Magelang-Purworejo Km 01, Pakelang, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Dari tangannya petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 0,55 gram di simpan di masker, selain itu disita pula HP dan satu unit sepeda motor.

Menurut Benny, keanehan modus peredaran sabu yang aneh bukan hanya baru sekali tapi pernah terjadi di Jawa Tengah, ada yang melalui brownies dicampur kukis. Ada juga ganja yang dicampur brownies dan kukis di Jepara, ada juga yang melalui dubur seperti diungkap di bandara Semarang.

“Ada melalui brownies dicampur dengan kukis, ganja dicampur brownies dan kukis yaitu di Jepara. Ada yang melalui dubur di bandara Semarang, ada melalui microwave. Dengan situasi pandemi Covid-19 ini banyak kreativitasnya, sedangkan modus operandi yang paling sering adalah melalui ekspedisi,” katanya.

Selain JML, dalam waktu yang hampir bersamaan juga ditangkap tersangka SR (58), warga Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Dari tangan tersangka disita sabu barang bukti 0,53 gram sabu.

Kedua tersangka ini merupakan residivis kasus narkotika sehingga perlakukannya pun berbeda dengn orang-orang yang baru mencoba memakai. Untuk kasus ini masih terus di dalami. Tersangka dijerat Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.(ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *