Mirna Annisa Bantah Terlibat Korupsi dan Akui Tak Paham Tugas Bupati

oleh -125 views
Dr Mirna Annisa usai diperiksa sebagai saksi atas perkara dugaan korupsi e Mading Kendal.

SEMARANG – Dr Mirna Annisa, Bupati Kendal yang dilantik pada Februari 2016 untuk masa jabatan 2016-2021 mengakui tak paham tugas bupati sebelumnya. Mirna mengaku tak paham dan tak banyak yang dilakukannya pada 2016 silam.

“Saya berangkat bukan dari politisi. Tidak tahu pekerjaan. Sebagai bupati, saya koordinasi dengan dinas. Ada beberapa hal yang disusun dinas. Tahun 2016 saya belum paham tugas bupati,” kata Mirna menjawab pertanyaan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (22/4/2019) lalu.

“Tahun 2016 saya belum paham. Baru tahun 2017 saya belajar. Saya tanya ke Sekda, Kadis bagaimana perencanaan karena mengejar WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) (BPK-red) 2016. Di 2016 saya sama sekali tidak tahu. Baru 2017 tahu TPAD dan dewan untuk rencana anggaran. Tahun 2016 saya belum paham,” lanjut Mirna.

Mirna Annisa dihadirkan di persidangan dan diperiksa sebagai saksi atas perkara dugaan korupsi pengadaan e Mading 2016. Dalam perkara itu duduk sebagai terdakwa, Muryono, mantan Kadisdik Kendal (Pengguna Anggaran), Agung Markiyanto (PPKom) dan Lukman Hidayat, Direktur CV Bangun Karya Sejati (rekanan).

Di persidangan, Mirna mengaku tak tahu panitia teknis kegiatan pengadaan e Mading. Mirna baru mengetahui adanya masalah e Mading saat dipanggil, diklarifikasi penyidik Kejati Jateng 2018 lalu.

Atas masalah proyek e Mading, Mirna mengaku langsung memerintahkan inspektorat menindaklanjuti.

“Kami minta dimonitoring. Karena kegiatan banyak. Inpektorat nyatakan, terkait kerugian negara (masalah e Mading) harus ada audit BPK/ BPKP. Saya persilahkan diaudit BPK seluruhnya. Hasilnya tidak ada (kerugian),” kata dia.

Audit BPK itu sendiri diketahui bukan pemeriksaan khusus, melainkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD.

“Saya tidak pelajari satu persatu. Tapi tahu ada masalah e Mading di Dinas Pendidikan. Kadis saat itu bukan Muryono. Dia sudah mutasi ke Kominfo. Awal masuk (bupati) di 2016. Saya lihat evaluasi dia selalu jadi bahan ejekan. Baru kemudian usai dilantik, dia (Muryono) mutasi awal 2017,” jelas dia.far