Minum Jamu Cegah Covid-19. Kasubdit Kamsel Polda Jateng Harap Aktivitas Masyarakat Pulih

oleh -105 views

Kasubdit Kamsel Polda Jateng AKBP Yunaldi, SAg, SH, MH memberikan jamu tradisional kepada pengendara roda dua di Simpang AKPOL. (Foto : Andi M)

Semarang – Minum jamu sudah merupakan budaya sejak dulu, bahkan hampir setiap individu punya pengalaman dengan cara pengobatan tradisional ini.

Budaya yang sampai saat sekarang bisa lestari teesebut dikarenakan efek dari minum jamu bisa dirasakan secara fisik.

“Sengaja dipilih adalah jamu dengan pengolahan tradisional. Ini dikarenakan sisi keunggulannya saja, yakni bahan bakunya dari alam sekitar, mudah didapatkan, harganya tergolong terjangkau oleh semua kalangan, pengolahannya juga sistem sederhana. Semua orang bisa,” kata Kasubdit Kamsel Polda Jateng AKBP Yunaldi, SAg, SH, MH, Jumat (25/9/2020).

Sisi pengolahan yang tergolong gampang tersebut sehingga banyak dijumpai adanya penjual jamu keliling dimanapun.

Menurut Kasubdit Kamsel yang lebih difokuskan adalah agar ekonomi di tingkat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di masyarakat bisa lebih terangkat.

“Dengan minum jamu tradisional ini diharapkan dapat memberikan efek peningkatan pada perekonomian dalam masyarakat pada saat terjadinya penyebaran wabah, terutama ekonomi di lini UMKM,” katanya.

Diketahui bersama saat wabah menjadi meluas penyebarannya, maka kegiatan perekonomian masyarakat menjadi terpengaruh.

“Mata pencaharian di masyarakat banyak yang terkena dampak. Inilah sebabnya jamu tradisional dipilih agar dapat menggerakkan sektor UMKM. Diharapkan minum jamune bablas Covid-e,” ungkap Kasubdit Kamsel.

(Andi M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *