Letusan Merapi Berkaitan dengan Gempa di Sleman?

oleh -65 views

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut ada hubungan antara gempa yang terjadi di Sleman dengan letusan Gunung Merapi, Minggu (17/11) pukul 10.46 WIB.

Sebelumnya, BMKG mencatat terjadi gempa di Sleman, Yogyakarta, pada pukul 02.54 WIB, Sabtu (16/11).
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, aktivitas peningkatan vulkanisme memang sensitif dengan guncangan gempa tektonik.
“Sehingga, secara tektovolkanik aktivitas tektonik memang dapat meningkatkan aktivitas vulkanisme. Namun, tak semua aktivitas tektonik bisa meningkatkan vulkanisme,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Gempa di Sleman bermagnitudo 2,7 dengan pusat di sekitar Gunung Merapi. Tercatat episenter gempa terletak 10 kilometer di selatan puncak Merapi pada koordinat 7,63 LS dan 110,47 BT pada kedalaman 6 km. Sehingga, episenter gempa ini memang sangat dekat dengan puncak Merapi.
Hanya kondisi gunung yang sedang aktif yang bisa meletus akibat pengaruh gempa. Sebab, pada gunung yang aktif kondisi magma sedang cair dan kaya akan produksi gas.
“Dalam kondisi seperti ini erupsi gunung api mudah dipicu oleh gempa tektonik,” jelas Daryono.
Gempa tektonik dapat meningkatkan stress-strain yang dapat memicu perubahan tekanan gas di kantong magma sehingga terjadi akumulasi gas, yang kemudian memicu terjadinya erupsi. Namun demikian perlu ada kajian empiris untuk membuktikan kaitan ini.
Daryono menyebut peristiwa gempa yang disusul dengan letusan Gunung Merapi ini mirip dengan erupsi Merapi pada 14 Oktober 2019.
“Saat itu, letusan juga didahului oleh serangkaian aktivitas gempa tektonik yang berpusat di sekitar Merapi,” terangnya.
Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, letusan Merapi pada Minggu (17/11) mengeluarkan kolom letusan hingga tinggi 1000 meter. (mht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *