Lelang Proyek Gerbang Tol Banyumanik Seharusnya Dibatalkan

oleh -81 views
Semarang – Proses lelang proyek yang tak sesuai ketentuan harus dibatalkan. Terhadap peserta lelang yang tak memenuhi persyaratan harus dinyatakan gugur.
Hal itu diungkapkan Mego Purnomo ST MT, ahli tehnik sipil Universitas Negeri Semarang saat memberi keterangan sebagai ahli atas sengketa proyek pelebaran gerbang tol Banyumanik Kota Semarang milok PT Trans Marga Jateng (TMJ) di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (27/8/2018).
“Seharusnya digugurkan. Lelangnya batal. Tidak boleh ikut lelang lagi, dan tidak boleh mengikuti pembukaan sampul kedua, karena sampul pertama sudah gugur ,” ungkap dia di hadapan majelis hakim pemeriksa dipimpin hakim Noer Ali.
Sengketa terjadi antara PT Reka Esti Utama, salah satu peserta lelang dengan Direktur PT TMJ melawan Panitia Pengadaan, Direktur Utama PT TMJ serta Direktur Utama PT Chimarder 777, pemenang lelang sebagai turut tergugat.
Terungkap dalam sidang, syarat lelang PT Chimarder tentang 8 SDM personil inti dan tehnis geodetic atau pengukuran yang diajukan diketahui tak memenuhi syarat.
Dinyatakan dalam Instruksi Kepada Penawar (IKP) yang didasarkan Surat Keputusan Direktur PT TMJ, SDM tekhnis harus berpendidikan minimal S1 dan berpengalaman minimal 10 tahun.
Sementara dalam pengajuan PT Chimarder terdapat adanya pendidikan D3. Dari 8 personilnya, hanya general manajer yang memenuhi syarat pengalaman minimal 10 tahun, sementara tujuh lainnya tidak.
“Ini sudah tidak sesuai IKP. Dalam penilain berita acara evaluasi  adminutrasi dan teknis soal daftar invetaris inti, PT Chimarder memperoleh nilai 7,99. Harusnya Chimarder tidak memenuhi dan seharusnya digugurkan,” kata Nico Pamenang, kuasa hukum penggugat.
PT Reka bersama PT Cheimerder 777 berdasar dokumen kualifikasi oleh PT TMJ melalui metode evaluasi pra kualifikasi dinyatakan lulus pada pembukaan sampul pertama. Prosesnya digelar pengambilan dokumen, Rapat Penjelasan (Aanwijzing) dan kunjungan lapangan di lokasi pekerjaan.
Berdasarkan pembukaan HPS dan sampul II dokumen penawaran harga, TMJ menyatakan HPS senilai Rp 17 miliar. PT Reka menawar  Rp 8,3 miliar, PT Chimarder Rp 12,6 miliar, sementara 2 peserta lainnya gugur.
Panitia lelang membatalkan proses pengadaan dengan alasannya perhitungan OE/HPS (Owner Estimate) terdapat kesalahan hitungan. Penawaran ulang digelar dengan HPS menjadi Rp 16,978 miliar. PT Reka kembali menawar Rp 15 miliar, PT Chimarder Rp 13,6 miliar. Keduanya dinyatakan lolos.
Dalam prosesnya, PT Chimarder dinyatakan menang meski dinilai tak memenuhi syarat. Penggugat menyanggah, namun oleh panitia tidak menanggapi karena Penggugat tidak melengkapi dengan jaminan bank garansi Rp 437 juta, sehingga akhirnya menggugat.edit