Korupsi Proyek Pohon Tirus Kudus, Jaksa Tuntut Rikho Mahardika Gautama 5 Tahun Penjara

oleh -357 views
Rikho Mahardika Gautama saat sidang.

“Baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan, pengadaan, atau pengawasan, yang pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya,” kata Sri Heryono.

Proyek kegiatan pekerjaan penanaman Turus Jalan Kabupaten Kudus bersumber APBD Kudus TA 2016 Rp 199.274.000. Penanaman di Jalan Medini-Terangmas-Kutuk 3.200 batang, Jalan Terangmas-Glagahwaru 2.000 batang, jalan Lambangan-Berigenjang 1.425 batang, Jalam Kutuk-Gatet 1.500 batang. Jalan Kalirejo – Batas Pati (Prawoto)2.500 batang, Jalan Undaan Tengah Blok Larik Joyo 2.500 batang dan Jalan Undaan Kidul Gatet 1.875 batang.

Lelang penunjukkan langsung (PL) dimenangkan CV Muria Indah milik H Maslikan berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : 027/035.1.2/PL.01/1.08.1.01/17.05. Penanaman dimulai 25 Januari 2016 sampai 23 Februari 2016, jangka waktu 30 hari kalender.

Selaku PPHP terdakwa bertugas memeriksa hasil pengadaan, melaporkan dan mempertanggungjawabkannya ke Pengguna Anggaran (PA) melalui Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK). Menerima hasil pengadaan, membuat berita acara penyerahan.

Usai CV Muria Indah menang tender, terdakwa menghubungi H Maslikan. Ia meminta pekerjaan penggalian dilakukan Mashudi alias Tengkleng. Untuk penyediaan bibit akan dilakukannya sendiri. Maslikan lalu memberi rincian catatan bibit yang dibutuhkan.

Kepada Pak Tikno, Rikho memesan bibit sesuai catatan Maslikan. Yakni 16.500 batang sebesar Rp 150 juta. Maslikan menyetujui dan memberikan Rp 40 juta ke Rikho sebagai uang panjar pembelian bibit Mahoni ke Tikno.
Penanaman Turus sendiri prakteknya dikerjakan Rikho, bukan CV Muria Iandah. CV Muria Indah hanya dipinjam nama saja. CV Muria Indah berdasarkan SP2D menerima pembayaran Rp 184,3 juta. Pembayaran diteruskan Maslikan kepada Rikho Rp 111 juta.

Pada 8 dan 10 Maret 2016 terdakwa mengambil melalui ATM Rp 48 juta dan Rp 30 juta untuk pelunasan Tikno. Pada 24 Maret 2016 terdakwa transfer kepada istri untuk membayar hutang Rp 15 juta.

“Sisanya dipergunakan secara pribadi oleh terdakwa,” kata jaksa.
Rikho sendiri diangkat PNS di lingkungan Pemkab Kudus mulai 1 Februari 2008 dengan pangkat Penata Muda golongan ruang ( III/a). Dengan masa kerja 3 tahun 9 bulan ia bergaji pokok Rp 1.228.200.(far)