Korban Istri Pilot Air Asia Minta Penipunya Dipenjara

oleh -78 views
Semarang – Pemeriksaan perkara dugaan penipuan investasi Hp, terdakwa Mutiara Ayu dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (21/8/2018). Sidang memeriksa saksi korban, Siti Kholifah alias Fafa.
Dalam persidangan, ketua majelis hakim pemeriksa, Manungku Prasetyo diketahui juga mengajukan dua pertanyaan korban terkait perkaranya. Yakni aApakah korban ingin uangnya kembali atau terdakwa dipenjara.
Pertanyaannya itu bukan berpihak, namun semata-mata ingin mengatahui sikap batin korban. Menanggapi pertanyaan itu, saksi Fafa mengakui, atas kerugian yang dialaminya yang mencapai ratusan juta rupiah, meminta terdakwa, isteri pilot itu dipidana penjara.
“Inginya Ayu dipenjajara. Di seorang isteri pilot Air Asia,” kata dia mengakui.
Dalam keterangannya, Fafa mengaku kenal Ayu melalui media sosial. Saat itu, Ayu menawarkan investasi dengan bunga yang menggiurkan.
“Kemudian saya tertarik dan memberikan Rp50 juta. Namun lama ditunggu tidak ada kepastian dan uang itu tidak bisa dikembalikan,” terangnya.
Setelah itu, Ayu mengaku akan melakukan bisnis jual beli handphone. Karena tertarik dan berharap uang Rp50 juta dapat kembali, maka Fafa kemudian memberikan uangnya kepada Ayu.
“Pertama saya berikan Rp150 juta secara cash kepada dia di Jakarta. Selain itu saya juga transfer beberapa kali,” terangnya.
Fafa mengaku percaya bahwa Ayu akan berhasil melaksanakan bisnis jual beli handphone itu. Untuk itu, ia mengaku mentransfer uang kepada Ayu selama beberapa kali.
Fafa mengaku percaya dan kembali mentransfer uang ke Ayu untuk menjalankan bisnis jual beli handphone itu. Namun setelah beberapa kali mentransfer, Ayu tidak kunjung mengembalikan uangnya. Saat ia menanyakan kepada seorang bernama David Hariston alias Uda Dave selaku pembeli handphone dari Ayu, dia menemukan fakta bahwa Uda Dave tidak pernah berbisnis hanphone dengan Ayu.
“Dari situ saya mulai sadar kalau semua ini penipuan. Saya sempat mencari Ayu baik di Surabaya maupun di Bogor tempat orang tuanya, namun tidak berhasil,” tegasnya.
Disinggung mengenai total kerugian Rp415 juta, sementara di dakwaan hanya mencantumkan kerugian Rp229 juta, Fafa mengaku jika hanya uang Rp229 juta itu yang dapat dibuktikan untuk kasus pidananya.
“Dari penyidik mengatakan jika uang yang bisa dibawa kasus pidana hanya Rp229 juta, sementara sisanya kata penyidik itu untuk kasus perdata,” pungkasnya.
Menanggapi keterangan saksi korban, terdakwa Ayu didampingi dua pengacaranya asal Jakarta mengakui, ada keterangan yang benar dan adapula yang tidak.edit