Kontraktor di Jepara Tak Tahu, Rp 500 Juta itu Uang Suap untuk Hakim

oleh -200 views

Semarang – Seorang kontraktor di Kabupaten Jepara, Agus Ali Akbar turut diperiksa sebagai saksi atas perkara dugaan suap terdakwa Lasito (hakim) dan Achmad Marzuqi, Bupati Jepara nonaktif di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (16/7/2019).

Di persidangan, saksi Agus mengaku kenal pertama dengan Achmad Marzuqi di sebuah majelis taklim pengajian. Bersama Marzuqi, saksi sama-sama menjadi pengurusnya.

Terkait dugaan suap oleh Marzuqi ke Lasito, saksi Agus Ali Akbar mengakui pernah dititipi Agus Sutisna, anggota DPRD Jepara PPP uang Rp 500 juta. Ia mengaku tak tahu jika uang itu akhirnya mengalir ke Lasito.

“Saya belum lama kenal Agus Sutisna. Pagi hari Agus Sutisna datang ke rumah dan minta tolong titip uang Rp 500 juta karena mau ke luar kota. Uang saya simpan. Selang kemudia , saya telepon dia dan ia minta agar mengantar uang ke Semarang. Ketemu di Simpanglima dan saya kasih ke dia. Uang dibungkus plastik hitam,” kata saksi Agus.

Saksi mengaku tak tahu sumber dan penggunaan uang itu. Menurutnya, ia hanya sekedar dititipi.

“Saya tidak tahu itu uang apa. Bagi saya uang itu besar,” kata ia mengaku pernah mendapat sejumlah proyek Pemda saat Achmad Marzuqi menjabat bupati.

Sidang perkara suap hakim Pengadilan Semarang dengan terdakwa hakim Lasito dan Achmad Marzuqi, Bupati Jepara nonaktif dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Jaksa Penuntut Umum KPK mengaku memanggil 8 saksi, namun tak semuanya hadir.

“Hanya empat saksi yang hadir. Pertama Purwono Edi Santosa dan Abdul Halim Amran, mantan Ketua dan Waka PN Semarang. Suparno, hakim PN Semarang dan Agus Ali Akbar, kontraktor di Jepara,” ungkap Abdul Basir, jaksa KPK pada sidang dipimpin hakim Aloysius P Bayuaji.

Purwono Edi Santoso menjabat Ketua PN Semarang sejak Agustus 2017 sampai awal 2019 lalu. Ia diperiksa terkait perannya, menunjuk Lasito selaku hakim pemeriksa permohonan praperadilan Achmad Marzuqi. Serta penunjukkan Lasito selaku ketua tim percepatan akreditasi PN Semarang tahun 2017.

Abdul Halim yang kini merupakan hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi di Kalimantan Selatan diperiksa terkait kapasitasnya selaku Waka PN Semarang serta Manajer Informasi Representatif (MIR) dalam program percepatan akreditasi.

Saksi Suparno merupakan hakim pada PN Semarang yang kala itu menjadi anggota tim bagian umum akreditasi. Sementara Agus Ali Akbar, kontraktor di Jepara diperiksa terkait uang suap Rp 500 juta (dari Rp 700 juta) yang pernah dititipkan kepadanya.(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *