Kisah-Ku : Aku Menikmati Persetubuhan Itu

oleh -5.892 views
lustrasi

Menjadi Budak Cinta atau istilah sekarang Bucin, membuat seseorang mengabaikan rasionalitasnya. Abai dengan orang lain, bahkan masa depannya sendiri.

Sebagaimana Kisahku kali ini, menceritakan seorang dara 16 tahun, yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Sebut saja namanya Tia, warga Ketileng, Kota Semarang. Tia, siswi SMAN di Kota Semarang.

Gara-gara menjadi budak cinta, ia menjadi korban persetubuhan pacarnya sendiri. Tia mengakui persetubuhan itu ia alami sebanyak 4 kali. Pertama kali terjadi pada hari Jum’at tanggal 26 Agustus 2016 sekira pukul 21.00 Wib, di dalam kamar Hotel Alaska Kopeng Kabupaten Semarang.

Kedua kalinya pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 sekitar pukul 03.00 WIB. Ketiga kalinya pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 sekitar pukul 23.30 WIB, di dalam kamar yang sama di Kopeng. Keempat persetubuhan terjadi pada hari Minggu tanggal 28 Agustus 2016 sekitar pukul 21.00 WIB di dalam wilayah Bandungan Kabupaten Semarang.

Persetubuhan, aku lakukan dengan pacarku sendiri. Sebut saja Didit, 19 tahun, yang tinggal di daerah Wonodri Krajan Kota Semarang.

Aku memang mengenal Didit sudah 2 tahun terakhir. Hubunganku dengannya adalah sepasang kekasih.
Awalnya aku berkenalan dengan didit dari teman SMP nya. Sejak perkenalan itu, kami mulai sering komunikasi hingga akhirnya berpacaran pada tanggal 28 Agustus 2014.

Kisah-Ku berawal dari sini. Dalam rangka merayakan hari jadian kami yang kedua tahun, pada Rabu tanggal 24 Agustus 2016, aku membuat janji dengan Didit untuk ketemuan. Jum’at tanggal 26 Agustus 2016, Didit akan menjemputku di sekolah.

Kami berencana pergi selama 3 hari ke luar kota. Membawa tas biru tua, coklat, hitam motif kotak kotak yang berisi jaket jean biru muda putih. Sepotong celana panjang jean biru, sepotong kerudung biru, sepotong kaos lengan panjang putih motif garis garis hitam. Serta sepotong celana dalam merah muda motif bunga bunga, dan buah BH hitam dan merah tua aku bergegas ke sekolah.

Sore itu, Jum’at 26 Agustus 2016 sekitar pukul 15.00 WIB, aku sudah menunggu Didit di depan sekolahanku di daerah Tembalang. Sekitar pukul 16.00 WIB, Didit tiba menghampriku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *