Kejari Semarang Tangkap Ibu Rumah Tangga Usai Buron 6 Tahun

oleh -206 views

Jumpa pers penangkapan terpidana Sri Katon.

Semarang – Kejari Kota Semarang menangkap seorang ibu rumah tangga, buron terpidana perkara pemalsuan tanda tangan, Kamis (25/6/2020).

Sri Katon binti Susmani (36), terpidana 9 bulan itu ditangkap di rumahnya Candi Prambanan Barat 993 RT.008, RW.007, Kalipancur Ngaliyan, Semarang. Ia buron setelah buron 6 tahun.

Emilwan Ridwan, Asisten Intelejen Kejati Jateng mengatakan, kasus terjadi tahun 2007. Putusan perkaranya inkracht atau berkekuatan hukum tetap pada 2014.

“Sekitar 6 tahun dia buron,” katanya di kantor Kejari Kota Semarang.

Ditanya alasan kenapa Sri Katon dulu tidak ditahan dan belum dieksekuai, Asintel dan Kepala Kejari Kota Semarang, Sumurung P Simaremare mengaku tak tahu.

“Kami tidak tahu. Ini perkara lama. Penangkapan dilakukan ketika yang bersangkutan di rumahnya di Candi Prambanan,” kata Kajari singkat tak menjelaskan kronologinya.

Riwayat Perkara

Sri Katon binti Susmani sebelumnya didakwa melakukan pemalsuan bersama dengan Harry Affandi AH bin Abdul Wachud (bebas) dan Setyo Nuryanto bin Muchrodin. Pemalsuan terjadi 18 Juli 2007 di CV Nurabex JaIan Muradi Nomor : 71, Semarang atau Semarang Indah Blok C 8, Semarang.

Sejak 2000 ia bekerja sebagai kasir / bagian keuangan di Matahari Adv dan CV Nurabex di bidang Eksport Meubel. Ia bertanggungjawab keluar masuknya uang dan mencatat setiap transaksi.

Pemegang saham CV Nurabex, yakni Ari Setiawan, Harry Affandi, Dewi Kumala Ratnaningsih dan Ahmad Syakir. Ari Setiawan meninggal dunia 5 Juli 2007.

Posisi Dirut otomatis diganti Harry Affandi selaku komanditer aktif sesuai akta pendirian CV tanpa melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Pergantian tersebut diketahui pemegang saham lainnya seperti Dewi Kurnia Ratnaningsih dan Ahmad Syakir selaku komanditer pasif.

CV Nurabex memiliki 2 rekening giro di Bank Niaga Cabang Pemuda Semarang. Satu berupa rekening valas dan satunya rupiah.

Juni 2007 CV. Nurabex menerima pembayaran sejumlah uang dari Finlandia sebesar USD 15.000 untuk membayar ekspor mebel, dikirim melalui transfer di Bank Niaga Semarang pada rekening valas.

Namun uang tidak langsung dicairkan karena CV belum butuh uang. Pada 18 Juli 2007, Sri Katon melakukan transaksi Over Booking (pemindahbukuan dari bentuk dollar di Rekening Valas (Valuta Asing) ke rekening rupiah karena kebutuhan keuangan perusahaan.

Sebelum over booking, ia melapor ke Setyo Nuryanto jika masih menyimpan slip over booking yang terdapat tanda tangan almarhum Ari Setiawan. Setyo Nuryanto menyarankan / meminta kepadanya konfirmasi ke Harry Affandi.

Setyo Nuryanto lalu menelpon Harry Affandi. “Mohon ijin Pak untuk menggunakan Form Over Booking Valas tanda tangan Almarhum Ari Setyawan karena kebutuhan operasional dana perusahaan”.

Hal itu dijawab Harry Affandi, jalankan sesuai kebiasaan perusahaan dan setelah disetujui dan segera mencairkan dari bentuk dollar ke bentuk rupiah.

Sri Katon mengisi slip over booking “kosong” yang terdapat tanda tangan almarhum Ari Setiawan dengan menulis angka USD 15.000 dari CV Nurabex.

Usai uang masuk ke rekening giro lalu, Sri Katon mencairkannya 2 kali yaitu pada 18 Juli 2007 dan 19 Juli 2007 dengan menggunakan cek Bank Niaga yang sudah ada tandatangan almarhum ArieSetiawan.

Atas perkaranya, Sri Katon oleh jaksa Kejari Kota Semarang pada 8 Juni 2010 dengan pidana 1 tahun 6 bulan.Pengadilan Negeri Semarang lewat putusannya nomor : 18/Pid.B/2010/ PN.Smg. tanggal 15 Juli 2010 menyatakannya terbukti bersalah. Melakukan tindak pidana menggunakan surat palsu bersama-sama. Sri Katon dipidana 9 bulan.

Upaya banding ditempuh. Pengadilan Tinggi Semarang lewat putusannya nomor : 361/Pid/2010/ PT.Smg. tanggal 22 September 2010 menguatkan putusan Pengadilan Negeri Semarang itu. Tingkat kasasi, Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam putusannya omor : 699 K/Pid/2011 tanggal 31 Mei 2011 menolaknya.

Upaya luar biasa Peninjauan Kembali (PK) ditempuh. PK Nomor : 07/PK/Pid/ 2012/PN.Smg. Dalam putusannya, MA menolak permohonan PK Sri Katon.

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *