Kasus Pembunuhan Bayi di SMA Sulang Ditangani Reskrim Polres Rembang

oleh -90 views

Rembang – Polres Rembang memastikan akan mrnangani kasus pembunuhan bayi yang diduga melibatkan pelajar perempuan sebuah SMA di Sulang.

Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa menjelaskan kasus tersebut ditarik dari Polsek ke Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang. Hal iti mempertimbangkan bobot kasus dan menjadi perhatian masyarakat.

“Tidak ditangani Polsek Sulang,” terangnya, Senin (20/8/2018).

Kapolres menambahkan saksi kunci dalam kasus ini adalah ibu bayi. Sementara yang bersangkutan masih dalam kondisi lemas, menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Untuk meminta keterangan, penyidik akan menunggu sampai ibu bayi pulih.

“Tentunya kami berharap siswi ini segera sehat dan normal, sehingga bisa diminta keterangan. Kami coba menggali informasi dari saksi di sekeliling ibu bayi. Semisal teman-teman sekelas maupun guru sekolah,” imbuhnya.

Saat berada di kamar mayat rumah sakit dr. R. Soetrasno, Kepala Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Rembang, Ipda Rukmini membenarkan pemeriksaan harus mempertimbangkan kesehatan saksi.

“Faktor kemanusiaan menjadi yang utama. Kita menunggu agar sehat dulu. Kami sangat hati – hati menangani masalah semacam ini, ” kata Ipda Rukmini.

Sementara diungkap, di balik kasus itu terdapat dua kasus terpisah. Pertama, kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur, hingga hamil. Hal itu mengingat korban, Bunga (bukan nama sebenarnya), masih di bawah umur.

Bunga menyebutkan, pelaku adalah pacarnya yang berasal dari beda desa, tapi masih sama-sama di Kecamatan Sulang. Begitu pula sekolahnya, juga berbeda.

Sedangkan kasus lain, Bunga diduga terlibat dalam pembunuhan bayi yang baru saja dilahirkan di kamar mandi sekolahnya, Sabtu pagi (18/08).

Sebelumnya, atas penyidikan kasusnya, Polres Rembang mendatangkan petugas dari Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah untuk mengautopsi jenazah bayi.

Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa menjelaskan autopsi diperlukan untuk menjawab penyebab luka secara ilmiah.

“Kita datangkan tim dokter dari Polda Jawa Tengah. Nanti hasilnya autopsi seperti apa, tinggal nunggu saja. Tim masih terus bekerja. Nanti sebagai bahan untuk menunjang penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.