Kanit Sabhara Polsek Pedurungan AKP Budi Handoko Dituntut 3 Tahun Penjara Karena Narkoba

oleh -192 views

Semarang – AKP Budi Handoko SE SH bin Sukardjan, mantan Kanit Sabhara Polsek Pedurungan dituntut pidana 3 tahun penjara karena narkoba. Budi Handoko dinilai bersalah atas kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 0,3 gram.

Tuntutan dijatuhkan jaksa penuntut umum pada sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (17/7/2019) lalu. Atas tuntutan itu, terdakwa didampingi kuasa hukumnya mengajukan pledoi atau pembelaannya pada sidang, Senin (29/7/2019).

“Kami mengajukan pembelaan. Kami minta keringanan karena terdakwa hanya korban,” kata Nurul Arifin, pengacara terdakwa usai sidang.

Jaksa dalam tuntutannya menyatakan, terdakwa Budi Handoko terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan subsidair. Melakukan penyalahgunaa. Narkotika golongan I bagi diri sendiri sebagaimana Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Budi Handoko SE SH berupa pidana penjara selama 3 tahun dikirangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata jaksa dalam surat tuntutannya.

Menyatakan barang bukti berupa satu paket sabu seberat 0,37771 gram di dalam plastik klip kecil, sebuah HP merek Huawei dirampas untuk dimusnahkan. Menetapkan terdakwa membayar biaya perkara Rp 2.000.

Sidang pembacaan putusan perkara Budi Handoko akan digelar pada, Senin (5/7/2019) mendatang.

Budi Handoko, mantan Kanit SPKT Polrestabes Semarang, 45 tahun warga Asrama Polisi Kabluk RT 003 RW 006 Kelurahan Gayamsari Kecamatan Gayamsari Kota Semarang itu ditahan di Rutan sejak 20 Maret 2019 lalu.

Perkara terdaftar nomor 387/Pid.Sus/2019/PN Smg diperiksa majelis hakim yerdiri Esther Meharia Sitorus (ketua), Pudjo Hubggul Hendrowasisto dan Noer Ali (anggota) dibantu Yekti Mahardika selaku Panitera Pengganti.

Dakwaan pertama, kasus kepemilikan sabu terjadi Selasa 19 Maret 2019 dinihari di jalan Plamongan Peni II No 188 Perumahan Plamongan Hijau Kelurahan Pedurungan Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.

Bermula, malam sebelumnya saat ka di daerah Thamrin diminta Edi Priyanto membelikan sabu 1 gram seharga Rp 1 juta kepada Kemin (DPO). Budi Handoko da Edi Priyanto lalu menuju daerah Kintelan untuk mengambil sabu di alamat sesuai yang dikirim Kemin.

Usai Edi memakai, sisa sabu dimintanya agar dibawa dan disimpan Budi. Dalam plastik klip kecil sabu dibawa dab disimpan di bawah almari pakaian di rumah orang tuanya di jalan Plamongan Peni II No 188 Perumahan Plamongan Hijau Kelurahan Pedurungan Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.

Usai menyimpan saat akan keluar dari pintu rumah dan akan pulang ke Asrama Polisi Kabluk ia ditangkap petugas dari ditresnarkoba Polda Jawa Tengah. Polisi lalu juga menyit sisa sabu di lemari.

Budi Handoko dibawa ke Polda Jateng untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan, satu plastik klip berisi serbuk kristal itu sabu seberat 0,37771 gram dan positif mengandung metamfetamina.

Kedua, kepemilikan sabu terjadi di rumah milik Edi Priyanto di Kampung Tlumpak RT 003 RW 008 Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang, seminggu sebelumnya, Selasa (12/5/2019).

Menurut jaksa, Budi dan Edi memakai sabu bersama. Disebut jaksa, sabu dan peralatan yang digunakan untuk mengkomsumsi sabu adalah milik Wdi Priyanto.

Cara menggunakan sabu yakni ditaruh di pipet kemudian dibakar dan setelah keluar asapnya dihisap menggunakan sedotan yang dimasukkan dalam bong yang dikasih air. Hasil pemeriksaan barang bukti berupa urine positif mengandung metamfetamina.

(far/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *