Kades Ngabean Boja Kendal Diadili atas Perkara Pungli PTSL

oleh -2.148 views
Ilustrasi

SEMARANG – Kepala Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Supriyanto bin RH Ainur Rois (44), akan diadili atas perkara dugaan korupsi, pungli program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2017 di Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.

Warga Dusun Balak RT.001 RW.006, Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal itu bersama sejumlah panitia PTSL lain diduga melakukan pungli sebesar Rp 199,4 juta. Uang itu dipungut secara ilegal, sementara program PTSL sendiri batal dilaksanakan.

Perkara Supriyanto telah dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Kendal ke Pengadilan Tipikor Semarang untuk segera disidangkan. Sesuai jadwal sidang perdananya akan digelar, Selasa 4 Februari 2020.

“Perkara masuk pengadilan Jumat 24 Januari lalu dan teregister nomor 7/Pid.Sus-TPK/2020/PN Smg,” ungkap Panmud Tipikor pada Pengadilan Tipikor Semarang, Meilyna Dwijanti.

Supriyanto menjabat Kepala Desa Ngabean atas Pemilihan Kepala Desa Tahap I Kabupaten Kendal Tahun 2013. Ia selaku Penanggungjawab Panitia Program Sertifikat Tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2017 di Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.

Dugaan korupsi dilakukannya bersama-sama dengan Panitia PTSL lainnya yang dibentuk secara tidak sah. Di antaranya Suryanto bin Kardjani (Kepala Dusun Kliwonan), Samuri bin Samiyat (Kepala Dusun Gowok), Subiyanto bin Sarkawi (Kepala Dusun Kalikatok). Muhsinin bin Ngatirin (Kepala Dusun Mluro), Harowi bin Achdan (Kepala Dusun Ngularan), Samirin bin Kasmin (Kepala Dusun Balak).

Selain itu juga Tri Andayani bin Sutamat, Sugiharsono bin Asmuin, Bagyo bin Wartam, Nur Anifah bin Tukiman dan Septo Budi Lugito. Dugaan korupsi pungli terjadi pada bulan Januari 2018 sampai Februari 2019.

Selaku Kades Ngabean, Supriyanto membentuk Panitia PTSL tanpa melalui musyawarah kelompok masyarakat peserta PTSL. Susunannya, Penanggungjawab (Supriyanto), Ketua (Machfut Triyono), Sekretaris (Nur Anifah/ Perangkat Desa) dan Septo Budi Lugito (Perangkat Desa). Bendahara (Tri Andayani dan Sugiharsono/Perangkat Desa).

Anggotanya, Suryanto (Kepala Dusun Kliwonan);Karyadi (Kepala Dusun Ngabean);Samuri (Kepala Dusun Gowok); Subiyanto (Kepala Dusun Kalikatok); Muhsinin (Kepala Dusun Mluro); Harowi (Kepala Dusun Ngularan). Samirin (Kepala Dusun Balak), Bagyo (Perangkat Desa);Bisri dan Sugeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *