Jumlah Pembimbing Napi dan Tahanan di Jateng Kurang, Satu Petugas Tangani 58 Warga Binaan

oleh -98 views

Semarang –  Jumlah pembimbing dan asisten pembimbing narapidana serta tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jateng diketahui masih kurang. Kondisi itu mengakibatkan, pembinaan para warga binaan Lapas belum maksimal. 

Menyikapi hal itu, Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Jawa Tengah bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil), Kamis (31/1/2019).

Muswil digelar dalam rangka pemilihan pengurus wilayah IPKEMINDO Jawa Tengah masa tugas 2019 – 2021. Muswil sebagai langkah awal Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan menjawab tantangan dalam meningkatkan profesionalisme dan kompetensi diri.
Acara dilanjutkam seminar nasional bertajuk Penguatan Kompetensi Pembimbing Kemasyarakatan dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan. 

Hadir sebagai narasumber Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak Kementerian Hukum dan HAM RI. Serta Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional I Jogjakarta. 

“Tema ini diambil karena Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan (APK) adalah ujung tombak dalam bidang pemasyarakatan yang mempunyai peran strategis,” ungkap Falikha, Panitia Muswil dan seminar dalam keterangan persnya.

PK dan APK, kata dia, mempunyai peran besar untuk mengatasi Over Crowded pelaksanaan pemasyarakatan dan Over Capacity Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan). 
Selain itu PK dan APK mempunyai tanggung jawab moral kepada masyarakat dan negara  dengan memastikan narapidana yang sudah mendapat bimbingan tidak lagi melakukan pelanggaran hukum dan hidup normal dan dapat melaksanakan fungsi sosialnya di masyarakat. 

“PK dan APK dituntut mampu membantu meningkatkan kualitas ketakwaan terhadap Tuhan YME, intelektual sikap dan perilaku, profesionalisme, kesehatan jasmani dan rohani klien pemasyarakatan,” lanjutnya.

IPKEMINDO Jawa Tengah sebagai wadah profesi pembimbing kemasyarakatan dan asisten pembimbing kemasyarakatan kini beranggotakan 222 orang. Jumlah itu tidak sebanding dengan jumlah narapidana/ klien pemasyarakatan di Jawa Tengah yaitu 13.041 (sumber Data Base Pemasyarakatan).

“Masing-masing PK/APK harus menangani 58 narapidana/tahanan,” lanjutnya.

Oleh karena itu pengembangan sumber daya manusia untuk PK sangat penting bagi keberlangsungan pemasyarakatan ke depannya.

(far)