Jamaah Haji Mulai Berdatangan di Makkah

oleh -65 views
INFOPLUS – Jemaah haji sudah berdatangan dari berbagai kota di Arab Saudi ke Makkah. Mereka siap menunaikan ritual ibadah haji yang dimulai 29 Juli. Pemerintah Arab Saudi membebaskan seluruh biaya.

Pandemi virus corona memaksa pemerintah Arab Saudi hanya membuka kesempatan sangat terbatas bagi Muslim yang bermukim di sana untuk beribadah haji. Setelah membuka pendaftaran secara daring, kementerian haji memilih orang yang diizinkan, atau tidak diizinkan, beribadah haji tahun ini.

Permintaan Farah Abu Shanab asal Palestina, yang bermukim di Riyadh, tidak dikabulkan. Dia mengaku kecewa tidak bisa beribadah haji tahun ini tetapi menyatakan bisa menerima keputusan tersebut.

“Rasanya sangat sedih dan menyakitkan. Satu-satunya hal yang membuat saya menerima (keputusan) ini adalah, terima kasih Tuhan, pemerintah tetap mengadakan ibadah haji, walaupun secara ketat membatasi jumlah jemaah. Setidaknya orang akan melakukan ritual ini, karena kami sangat sedih ketika masjid ditutup,” ujarnya.

Nasser Younes Solebarmo adalah ekspatriat Nigeria yang juga bermukim di Riyadh. Ia mendaftar dan terpilih. “Jujur saja, bagi saya, virus corona membawa keberuntungan. Tanpa virus corona, mungkin saya tidak pergi haji. Insya Allah, pandemi ini akan segera berakhir.”

Berbagai media melaporkan, jumlah jemaah yang pada akhirnya diizinkan beribadah haji tahun ini naik 10 kali lipat, dari 1.000 menjadi 10 ribu. Sejak Jumat, jemaah berdatangan dari berbagai kota Arab Saudi. Seorang dari mereka adalah perempuan Indonesia.

Afnan Firdaus mengungkapkan, istrinya menangis terharu dan sangat senang mendapat kesempatan berhaji kali ini. Ia tidak mau menyebut nama istrinya yang mematuhi larangan pemerintah Arab Saudi untuk tidak berbicara dengan media.

Afnan membeberkan, ketika pemerintah Saudi memberi tahu bahwa kuota haji diutamakan bagi tenaga medis, yang dinilai telah berjuang keras beberapa bulan ini untuk menangani COVID-19, istrinya yang bekerja sebagai perawat, ikut mendaftar.

Tetapi, kata Afnan, setelah terpilih, istrinya siap mundur karena mendapat informasi bahwa setiap jemaah harus membayar sampai 13 ribu riyal atau lebih dari 50 juta rupiah. Rupanya itu ujian bagi kesungguhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *