Jadi Tersangka, Kontraktor Mading Elektronik Kendal Penuhi Panggilan Kejati Jateng

oleh -242 views
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal tahun 2016 Muryono saat akan ditahan.

Semarang – Tersangka dugaan majalah dinding elektronik di Kendal, Lukman Hidayat akhirnya memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Senin (18/2/2019). Ia hadir setelah sebelumnya berhalangan hadir saat dipanggil dalam agenda tahap II perkaranya.

Penasehat hukum tersangka, Winarno Jati mengakui, menerima panggilan dari Kejati, namun pihaknya tak hadir karena sakit.

“Lukman mengajukan permohonan untuk penjadwalan ulang, dan melayangkan surat keterangan dokter,” katanya.

Hasil keterangan dokter kondisi tersangka Lukman mengalami panas,dingin dan terserang influensa.
Menurut dia, kliennya sebagai penyedia jasa dalam pengadaan perangkat IT majalah dinding (mading) Kabupaten Kendal tahun 2016. Selama ini tersangka dinilai telah mengikuti prosedur penawaran melalui online.

“Lukman memenangkan tender pengadaan mading berbasis komputer,” tuturnya.

Dirinya menuturkan klien mengaku melaksanakan proyek tidak melakukan seperti yang disangkakan. Tersangka melaksanakan proyek sesuai dengan aturan. Total proyek yang ditangani pagunnya Rp 5,8 miliar.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Kusnin mengakui, tersangka Lukman datang sendiri ke kantor Kejati Jateng.

” Tersangka sakit menggunakan surat keterangan dokter,”ujar dia.

Ia mengatakan tersangka masih dalam pemeriksaan. Pihaknya akan menahan tersangka setelah dilakukannya pemeriksaan.

“Setelah selesai pokoknya saya bawa,” tukasnya.

Senin (11/2/2019) pekan lalu, penuntut umum telah menahan dua tersangka lain. Mereka, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal tahun 2016 Muryono dan Agung Markiyanto S.Stp.

Penahanan dilakukan setelah berkas perkaranya dilimpahkan dari penyidik Kejati Jateng ke penuntut umum Kejari Kendal. Tersangka Lukman selaku kontraktor yang juga dipanggil tak hadir tanpa alasan jelas.

Yudi Hendarto, Kajari Kendal menambahkan, Muryono dalam kapasitasnya sebagai Pengguna Anggaran (PA) sementara Markyanto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Markyanto.

“Muryono sebagai PA sementara Agung Markiyanto selaku PPK. Satu tersangka lain tidak hadir,” kata dia.

Aspidsus menambahkan, dalam penyidikan kasus dengan kerugian negara ditaksir sekitar Rp 4,4 miliar itu, pihaknya telah memeriksa hampir 40 orang saksi. Di antaranya Bupati Kendal Mirna Annisa dan Sekda Kendal, M.Toha.

“Saksi 40 orang lebih. Kerugian negara diperkirakan Rp 4,4 miliar sesuai hitungan auditor,” kata dia didampingi Kasidik Tipidsus, Indi Permadasa.