Jadi Tersangka, Idrus Marham Janji Jalani Semua Proses Hukum

oleh -78 views

Jakarta – Mantan Menteri SosialIdrus Marham menyatakan bersedia menjalani semua proses hukum sebagai tersangka kasus suap PLTU Riau-1.

“Saya ingin berkonsentrasi mengikuti proses hukum sesuai dengan aturan-aturan dan dengan sebaik-baiknya,” kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018.

Idrus mengatakan menghormati keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadikannya tersangka.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Idrus sudah dua kali diperiksa KPK. Dia menuturkan, selama ini ia selalu memenuhi panggilan pemeriksaan. Ia menyebut dirinya tidak hanya sekedar pejuang, aktivis.

“Sebagai elit politik kita harus memberikan contoh kepada rakyat dan saya siap menghadapi semuanya.”

Idrus Marham menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari komisi anti rasuah pada Kamis sore, 23 Agustus 2018. Dia tak mau menjelaskan alasan penetapan status itu terhadap dirinya.

“Kalau kita jelaskan sendiri itu tidak bagus, tidak etis, apalagi karena nanti tumpang tindih.” Dia menyerahkannya kepada KPK.

“Kami percaya bahwa KPK tidak mungkin mengambil langkah kalau tidak ada alasan-alasan yang dapat dipetanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya.

Kasus suap PLTU Riau-1 bermula dari operasi tangkap tangan KPK terhadap 13 orang pada Jumat, 13 Juli 2018 di beberapa tempat di Jakarta. Salah satu yang ditangkap adalah Eni Saragih. Wakil Ketua Komisi VII DPR itu ditangkap di rumah dinas Idrus Marham. Dalam OTT tersebut KPK menyita Rp500 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan tanda terima uang.

Uang tersebut diduga untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama pembangunan PLTU Riau 1. KPK menduga uang Rp500 juta adalah bagian dari komitmen fee sebanyak 2,5 persen dari total nilai proyek. Total uang yang diduga diberikan kepada Eni berjumlah Rp4,8 miliar.

Penangkapan Eni di rumah dinas Idrus Marham berujung kepada penggeledahan rumah Direktur Utama Perusahaan Listrik Negera (PLN) Sofyan Basir, pada Ahad, 15 Juli 2018. PLTU Riau – 1 merupakan bagian dari megaproyek 35 ribu megawatt yang dicanangkan oleh pemerintahan Jokowi-JK.

Selain Eni Saragih, KPK juga menangkap pengusaha bernama Johanes B. Kotjo. Dalam kasus suap PLN di proyek PLTU Riau-1, Johannes Kotjo adalah pemegang saham Blackgold Natural Resources. Blackgold Natural Resources adalah satu anggota konsorsium proyek PLTU Riau-1. Johannes diduga menyuap anggota DPR Eni Maulani Saragih sebesar Rp500 juta.