Isteri Siri Dokter Pencuri Mobil di Semarang Berstatus Saksi

oleh -387 views

dr Aditya Purnama saat diamankan polisi.

SEMARANG – Sidang pemeriksaan perkara dr Aditya Purnama bin Djoko Eddy Purnomo (34), masih digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Warga Gayung Kebonsari 9/7 A Rt.002 Rw.005 Kel. Ketintang Kec. Gayung Kota. Surabaya, atau Tampomas Utara III No. 2 Kel. Petompon Kec. Gajahmungkur Kota. Semarang itu didakwa mencuri mobil.

Informasinya, dr Aditya merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Undip Semarang. Ia tercatat seorang dokter umum di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Soewandhie Surabaya.

Perkara dr Aditya diajukan ke pengadilan pada 12 Maret 2020 lalu dalam nomor 148/Pid.B/2020/Pn.Smg.Sidang perdana digelar 24 Maret 2020 dan kini masih proses pemeriksaan perkara.

“Perkara diperiksa majelis hakim terdiri, Esther Megaria Sitorus (ketua), Arkanu dan Sugeng Warnanto (anggota) dibangu PAnitera Pengganti (PP) Erma Sari Winarno,” ungkap Noerma Soejatiningsih, Panitera Muda Pidana pada PN Semarang, Senin (11/5/2020).

Dr Aditya Purnama ditahan sejak 6 Januari 2020 lalu. Kini ia masih meringkuk di sel tahanan.

Perkara pencurian terjadi Minggu 5 Januari 2020 sekira pukul 19.30 wib di tempat parkir Rumah Makan Ayam Panggang Lombok Cengis Jl. Tirtoagung No. 17 Kel. Pedalangan Kec. Banyumanik Kota. Semarang.

Awalnya, Aditya datang bersama Shifa Saelan Nurlaeli. Shifa merupakan istri siri atau teman wanita dari terdakwa Aditya.

Sebelumnya, keduanya berangkat dari tempat kos Shifa Saelan Nurlaeli di IS Star Residance II Jl. Sendangguwo No. 40 Semarang, mencari kafe di sekitaran Banyumanik. Mereka mengendarai mobil Rush Siver Metalik, AD-8505-DH.

Keduanya berhenti dan memarkirkan mobil di depan Kafe Kopi Soe Jl. Tirtoagung Kel. Pedalangan Kec. Banyumanik Kota. Semarang. Aditya menawarkan minuman kopi kepada Shifa Saelan Nurlaeli akan tetapi ditolak.

Terdakwa Aditya lalu keluar mobil dan membeli minuman di sekitaran lokasi. Sementara Shifa Saelan Nurlaeli tetap di mobil.

Usai keluar, terdakwa melihat mobil Jazz abu abu baja metalik H 9273 WG milik saksi korban Andi Prabowo yang terparkir di depan rumah makan ayam panggang lombok cengis.

Melihat itu,timbul niat terdakwa mencuri. Ia mengamati keadaan sekitar dan mencari kelengahan korban Andi prabowo.

Korban Andi Prabowo saat itu bersama dengan istrinya Angga Ayu Retno Hapsari beserta anaknya tidak sadar diawasi terdakwa. Pada saat kunci mobil Jazznya diletakan di atas meja makan di rumah makan Ayam Panggang Lombok Cengis.

Sekitar pukul 19.22 WIB terdakwa melihat Andi Prabowo bersama istri dan anaknya yang sedang tidak berada pada mejanya. Ia langsung bergegas mendekati meja yang ditempati korban dan mengambil kunci mobil.

Ia lalu keluar menuju mobil dan membuka pintu mobil dan masuk. Ia pergi menuju Jl. Banyu Putih Raya Tembalang Semarang.

Sesampainya disana ia memarkirkan mobil di samping ATM BNI Undip. Ia lalu videocall memberi tahu Shifa Saelan Nurlaeli jika telah mencuri mobil Jazz.

Terdakwa Aditya lalu menggunakan ojek online menjemput shifa yang masih di parkiran Kopi Soe.Ia menemui Shifa dan mengajak pergi menuju ke Kedai Kopi Anak Panah Tembalang.

Dalam perjalanan, Aditya menunjukan kepada Shifa mobil Jazz hasil curiannya. Di perkara ini Shifa hanya berstatus saksi.

Diberitakan, pencurian itu terjadi karena dr Aditya terdesak keinginan isteri sirinya yang minta mobil baru.

Atas laporan korban, anggota Polsek Banyumanik langsung menyelidiki dan berhasil mengamankan terdakwa Aditya beserta barang bukti mobil.

“Atas perbuatannya, Aditya dijerat Pasal 362 KUHP,” kata Jaksa Penuntut Umum Adimas Haryosety SH dalam surat dakwaannya.

(far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *