Isteri Pilot Dituntut 18 Bulan Penjara atas Penipuan Bisnis Hp Fiktif di Semarang

oleh -102 views
Semarang – Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana setahun 6 bulan penjara terhadap Mutiara Ayu Santara binti Yudha Santara (28), terdakwa perkara dugaan penipuan. Isteri seorang pilot sebuah maskapai penerbangan nasional itu dinilai jaksa terbukti bersalah menipu Siti Kholifah alias Fafa binti Darsum.
“Bersalah sesuai dakwaan kesatu melanggar pasal 378 KUHP. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana setahun dan enam bulan penjara,” kata jaksa Supriyanto membacakan amar tuntutannya di hadapan majelis hakim diketuai Manungku Prasetyo di PN Semarang, Kamis (13/9/2018).
Jaksa menyatakan, tidak ada alasan pembenar dan pemaaf atas apa yang dilakukan warga Jalan Sono Keling A-3 Rt 04 Rw 04 Kel. Sukadamai Kec. Tanah Sareal Kota Bogor Jawa Barat itu. Terdakwa terbukti menipu korban Fafa dengan kerugian Rp 229 juta.
“Sehingga terdakwa harus dijatuhi pidana setimpal atas perbuatannya,” lanjut jaksa.
Tuntutan dipertimbangkan hal memberatkan, korban menderita Rp 229 juta. Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan, memiliki anak yang masih kecil.
Atas tuntutan jaksa, terdakwa didampingi pengacaranya, Don Hasibuan menyatakan akan mengajukan pledoi pada Selasa (18/9) mendatang.
Mutiara didakwa atas penipuan pada Januari  2018 lalu di kontrakan korban Siti Kholifah alias Fafa binti Darsum.  Kasus bermula saat terdakwa Mutiara berhutang ke korban Fafa Rp 57,1 juta untuk bisnis Hp.
Saat ditagih, terdakwa mengaku tidak mempunyai uang. Kepada Fafa, Mutiara mengaku bisa membayar asalkan korban diberi pinjaman uang lagi sebagai modal usaha membeli Hp pesanan dari temannya bernama David Hariston alias Uda Dave bin Yusri. Korban yang percaya akhirnya kembali memberikan uang.
Pada 22 Januari 2018 korban mentransfer Rp 85 juta ke rekening BCA atas nama terdakwa. Namun sejak itu, terdakwa tak juga mengembalikan. Terdakwa berdalih masih menunggu pinjaman dari temannya Rp 400 juta.
Pada 25 Januari 2018 terdakwa kembali meminjam uang lagi Rp 64 juta ke Fafa dengan alasan yang sama. Uang Rp 19 juta ditransfer. Dan Pada 26 Januari 2018 kembali mentransfer Rp 45 juta. Namun setelah mentransfer Rp 85 juta dan Rp 64 juta lagi, terdakwa tak juga dapat mengembalikannya.
Korban yang curiga, menanyakan perihal bisnis Hp ke saksi David Hariston alias Uda Dave. Bak disambar geledek, korban kaget karena Uda Dave mengaku tidak pernah memesan Hp ke terdakwa.
Kepada korban Fafa, terdakwa Mutiara tetap meyakinkan adanya bisnis Hp. Pada 21 Februari 2018 ia menawarkan lagi Hp lelangan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta ke korban. Terdakwa mengaku akan mendapat Hp dari temannya, Abdul dan Nudi dan menawarkan Hp merek iPhone 8+  ke korban dengan harga satuan Rp 8 juta. Korban yang masih peraya berminat membeli 10 buah. Korban mentransfer lagi Rp 10 juta, Rp 40 juta, Rp 10 juta dam terakhir 22 Februari Rp 10 juta atau totalnya Rp 80 juta.
Namun sejak itu, sampai kini tidak pernah menerima 10 Hp merek iPhone 8+. Terdakwa beralasan memesan minimal 40 buah. Korban yang mengkonfirmasi ke Kantor Beacukai Bandara Soekarno Hattta menyatakan tidak pernah melelang Hp.
Terdakwa sendiri akhirnya meyakinkan korban dengan membeli Hp merek Iphone dari Singapora dan Kualalumpur dan jual lagi di Counter Plaza Jambu dua blok B-3 No.12 A Kota Semarang milik David. Hasil penjualan Rp 72,3 juta juga tak diberikan ke korban.