Ikhwan Ubaidilah Lindu Aji Tak Jadi Tersangka. Vonis Korupsi KONI Semarang Sebut Ikhwan Terlibat

oleh -696 views

Foto Ikhwan Ubadilah (berkacamata) dalam suatu acara Lindu Aji. Foto : BeritaJateng

Semarang (INFOPlus) – Nama Ikhwan Ubaidilah, Ketua KONI Kota Semarang yang juga Ketua Lindu Aji disebut terlibat korupsi. Ikhwan dinilai harua bertanggungjawab. Atas masalah itu, Pengadilan Tipikor Semarang yang memeriksa perkara korupsi dana hibah KONI Kota Semarang tahun 2012 dan 2013 menyerahkan ke penyidik untuk memprosesn

Namun atas hal itu. Ikhwan masih melenggang bebas. Dia belum dijadikan tersangka dan diproses hukum. Selain Ikhwan, sejumlah pengurus KONI lain juga dinyatakan terlibat.

Keterlibatan Ikhwan dalam korupsi merugikan negara Rp 1,5 miliar itu secara tegas disebut majelis hakim pemeriksa perkara dalam putusannya. Dalam vonis perkara salah satu terdakwa, Mochtar Hidayat, Ikhwan disebut terlibat dan harua diminitai pertanggungjawaban hukum.

“Menimbang, bahwa mengenai penjatuhan pidana Majelis Hakim tidak sependapat dengan Penuntut Umum dalam tuntutannya mengingat kendatipun Terdakwa (Mochtar) telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah dipertimbangkan di atas. Namun ternyata Terdakwa (Mochtar) melakukan perbuatannya adalah secara bersama-sama, di samping itu juga ada yang wajib bertanggung jawab dalam segi kapasitas yakni Ketua KONI Kota Semarang (Ikhwan Ubadiliha) yang perlu ditindak lanjuti penyidikannya oleh pihak yang berwenang,” sebut Sunarso selaku ketua majelis, Andi Astara dan Sininta Y Sibarani sebagai hakim anggota dalam putusan perkara Mochtar Hidayat.

Kasus KONI Semarang tahun 2012 terjadi saat mendapat hibah Rp 7,9 miliar dan 2013 sebesar Rp 12 miliar. Pada pengelolaannya terjadi pemotongan dana untuk sejumlah Cabor, tahun 2012 Rp 350 juta dan 2013 Rp 50 juta. Meski keberatan, Cabor menyetujui dan menandatangani penerimaan fiktif. Penggunaan dana hibah diketahui juga menyimpang.

Dalam perkara KONI, Suhantoro dinilai merugikan negara sekitar Rp 197 juta. Djody Aryo Rp 55 juta, Mochtar Rp 525 juta dan Sudibyo Rp 48 juta dan Rp 302 juta (pengadan ATK dan seragam). Total kerugian negara atas dana hibah 2012 dan 2013 sendiri mencapai Rp 1,575 miliar.

Terdiri 2012 potongan Cabor Rp 350 juta, markup pengadaan Rp 48,6 juta, penggunaan langsung bunga bank Rp 13,8 juta atau total Rp 412,4 juta. Tahun 2013, potongan Cabor Rp 50 juta, belanja fiktif seragam olahraga dari Rp 736 juta sisa Fp 302 juta, markup sewa mobil Rp 148 juta, markup hotel Rp 196,8 juta, penggunaan langsung bunga bank Rp 33,4 juta atau total Rp 1,163 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *