Hj Turiah, Pemilik TB Aris Murah Dipidana Percobaan Lantaran Jual Pupuk Bersubsidi

oleh -135 views

Pemalang – Kasus penimbunan dan peredaran ilegal pupuk bersubsidi pemerintah menyeret Hj Turiah Turah binti (alm) H Rohidi ke persidangan. Pemilik TB Aris Murah di Desa Kalitorong Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang itu diadili dan dinyatakan bersalah mengedarkan ratusan sak pupuk bersubsidi tanpa izin. Atas kasusnya, Turiah Turah dijatuhi pidana percobaan dan denda.

Putusan dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pemalang terdiri Ninik Hendras Susilowati selaku ketua, Ratih Widayanti dan Ribka Novita Bontong sebagai hakim anggota didampingi Panitera Pengganti Winarno SH.

Majelis hakim dalam putusannya yang dijatuhkan Rabu 30 Mei 2018 lalu menyatakan terdakwa Hj Turiah Turah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa izin memperjualbelikan pupuk bersubsidi.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hj. Turiah Turah binti H. Rohidi  oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 bulan. Menetapkan pidana penjara tersebut tidak perlu dijalani terdakwa kecuali dalam masa percobaan selama 10 bulan terdakwa telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana dan dihukum berdasarkan putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap,” kata hakim dalam putusannya.

“Menghukum terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 1 juta dan apabila denda tersebut tidak dibayar terdakwa maka akan diganti dengan pidana kurungan selama sebulan,” lanjut hakim.

Dalam putusannya, majelis menyatakan, memerintahkan barang bukti berupa, uang tunai Rp 12.390.000, hasil penjualan pupuk bersubsidi jenis urea 175 sak dan pupuk PHONSKA seberat 100 Kg atau 2 sak dirampas untuk negara. Satu sak pupuk subsidi jenis urea seberat 50 Kg, satu sak pupuk subsidi jenis PHONSKA seberat 50 Kg yang merupakan sampel dari barang bukti yang dijual tersebut dirampas untuk dimusnahkan.

Vonis hakim diketahui lebih rendah dari tuntutan JPU. Jaksa sebelumnya menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan penjara  selama 6 bulan, dengan masa percobaan selama setahun dan denda sebesar Rp 3 juta subsidiair sebulan kurungan.

Kasus menyeret Hj Turiah Turah binti (alm) H Rohidi ke persidangan terjadi Senin 29 Januari 2018 di  gudang TB Aris Murah di Desa Kalitorong Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang. Terdakwa selaku pihak lain selain produsen, distributor dan pengecer dengan sengaja memperjualbelikan pupuk bersubsidi secara ilegal.