Hasil Karya Warga Binaan Rambah Pasar Online

oleh -23 views
BATANG – Dalam rangka meningkatkan omzet penjualan produk karya warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rutan Batang melebarkan pasar ke penjualan secara daring (online).

Berdasarkan data di internet pada Januari 2020, bank sentral mencatat total nilai penjualan empat marketplace terbesar di Indonesia sebesar Rp19,15 triliun.

Sementara, penjualan gabungan dari 14 marketplace besar menyentuh angka Rp23,27 triliun.

Kepala Rutan Batang Rindra Wardhana mengatakan, penjualan online sekarang sangat diminati, bahkan omzetnya sangat besar.

“Sehingga, Rutan Batang mencoba menembus pasar online, untuk memasarkan produk karya WBP,” katanya, Minggu (8/11).

Menurut Rindra, penjualan secara daring dimaksudkan untuk melebarkan pangsa pasar. Selain itu, juga memudahkan produsen dalam pengiriman produk kepada konsumen.

“Selain dipasarkan secara manual, kami juga mencoba memasarkan produk WBP melalui pasar daring agar semakin luas jangkauannya,” tuturnya.

Rindra menuturkan, produk yang ditawarkan Rutan Batang di toko online, seperti pot sabut kelapa, keset, peci rajut dan lain-lain. Saat ini, Rutan Batang gencar memproduksi aneka produk karya WBP, bekerja sama dengan pihak ketiga.

“Untuk pemasaran selama ini, penjualan produk WBP di Rutan Batang, dilakukan dengan memajang produk di ruang pendaftaran kunjungan. Selain itu, Rutan Batang juga menggelar bazar secara rutin setiap hari minggu di alun-alun Kabupaten Batang. Respon dari masyarakat cukup baik, terbukti setiap bazar banyak produk yang terjual ke masyarakat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, produk yang dipajang di ruang pendaftaran kunjungan, juga sering laku terjual. Rindra berharap, dengan merambah pasar online, selain dapat meningkatkan omset penjualan juga semakin mengenalkan produk dan kegiatan dari Rutan Batang.(tia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *