Hamil, TKW Asal Blora Meninggal di Malaysia

oleh -52 views

Foto TKW Asal Blora yang ditemukan meninggal di Malaysia.

BLORA – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Blora Sabtu (22/11) ditemukan meninggal dunia di Malaysia. Informasinya, korban meninggal akibat pendarahan.

Korban, Mulyani putra dari pasangan Supardjan dan Wagiah warga Jl. Beringin Timur Rt 08/03 Kelurahan Mlangsen Kecamatan Blora, Blora, Jawa Tengah.

Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan melalui Kapolsek Blora AKP Djoko Supriyo membenarkan peristiwa tersebut.

“Ya, tadi begitu ada info ada TKW asal Kelurahan Mlangsen, kami langsung mengenakan Bhabinkamtibmas benergi dengan Bhabinsa mencari alamat berdasarkan foto dari orang yang memberi informasi,” ucap AKP Djoko Supriyo, Sabtu, 22/11/ 2020 malam.

Informasinya, awalnya seorang TKI asal desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran bernama Sumar mengabarkan berita duka kepada Kepala desa setempat Karsono.

Melalui pesan singkat WhatsApp Sumar memberitahukan kepada Karsono bahwa ada seorang TKW asal Mlangsen Blora tanpa identitas meninggal dunia. Korban dalam keadaan hamil.

“Ninggale mau esuk, saiki wis ning Hospital Kulim Haetex, Malaysia. Aku njaluk tulung golekake keluargane, sebab nak raketemu keluargane gak iso diurusi (Mininggalnya tadi pagi, sekarang sudah di Hospital Kulim Haetex, Malaysia. Saya minta tolong carikan keluarganya, sebab kalau tidak ketemu keluarganya, gak bisa diurus),”kata Sumar.

Atas informasi Karsono selaku kepala Desa Muraharjo mengabarkan kepada Forkompimcam di Blora Kota.

“Saya langsung minta fotonya, dan mengabarkan ke Forkompimcam Blora, bahwa saya ditelpon warga katanya ada TKW meninggal dunia dalam keadaan hamil tanpa identitas meninggal, di Malaysia,” katanya.

Setelah dilakukan penelusuran oleh Forkompimcam Blora, yang terdiri dari Kapolsek, Camat dan Koramil korban, adalah anak dari Supardjan dan Wagiah yang sudah hampir 10 tahun hilang kontak tidak ada kabar.

Sedangkan Sunardi adalah mertua korban. Waktu itu korban ikut suaminya yang berasal dari Madura pergi ke Jakarta, kurang lebih 10 tahun yang lalu. Keluarga korban hilang kontak.

“Dan selama itu korban tidak pernah memberi kabar, serta tidak pernah pulang ke Blora, mendengar kabar anakanya meninggal orang tuanya sempat shok,” kata Karsono.

Ia menambahkan, menurut keterangan Sumar warganya yang berada di Malaysia, korban meninggal karena pendarahan.

Korban meninggalkan tiga orang anak, satu laki laki dan dua permpuan. Keluarga di Blora menginginkan korban dimakamkan di Blora.(ora)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *