Guru Honorer SLBN Blora Diduga Hamili Murid

oleh -108 views

Ilustrasi

Blora – Seorang oknum guru honorer Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah diduga menghamili seorang muridnya. Pelaku diduga telah menggauli korban yang menderita tuna grahita itu.

Korban P (20), saat ini telah hamil 7 bulan dan telah keluar dari SLBN Jepon, Kecamatan Jepon akibat kejadian itu.

Sementara oknum guru berinisial Y (35), yang mengajar ektrakurikuler olahraga telah mengajukan pengunduran diri.

“Untuk oknum guru tersebut, awal Juli sudah menyatakan pengunduran dirinya,” ucap seorang sumber dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/7/2020).

Informasinya, antara korban dan pelaku sudah lama saling suka. Bahkan keduanya juga sudah menikah siri.

“Siswinya sudah dewasa dan sudah dinikahi. Kata orang tua anak yang mantan SLB tersebut sudah sama suka,” imbuhnya.

Kepala dinas sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Indah Purwaningsih mengakuia adanya laporan petistiwa itu. Pihaknya juga telah menurunkan tim untuk mendatangi pihak sekolah dan orang tua korban.

“Dinsos P3A melalui tim UPPKSAI sudah melakukan klarifikasi ke sekolah dan keluarga korban di rumah. Nanti kita akan bantu mediasi dengan keluarga pelaku. Besok tim akan datangi juga rumah pelaku,” jelas Indah.

Hasil klarifikasi dengan orang tua korban, mereka ingin memilih jalur damai dengan meminta tanggung jawab pelaku. Namun, status pelaku yang sudah beristri menjadi permasalahan sendiri.

“Memang keluarga si korban ini ingin damai, hanya ingin pelaku tanggung jawab menikahi anaknya. Tapi kan pelaku ini juga sudah punya istri. Jadi saya belum bisa sampaikan nanti seperti apa hasil mediasinya
karena besok tim baru ke rumah pelaku,” katanya mengaku akan mengawal kasusnya dan memperjuangkan hak-hak korban.

“Dinsos berkomitmen untukmemperjuangkan hak-hak perempuan dan anak. Sebelum bayi dlm kandungan lahir, korban harus dinikah secara sah baik menurut agama maupun negara, jangan sampai anak yg dilahirkan berstatus anak ibu,” tegasnya.

Kasatreskrim Polres Blora, AKP Setyanto melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aiptu Indra mengaku belum menerima laporan.

(ora)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *