Firman Istiawan Disidang Lagi atas Kasus Penipuan Cek Kosong Rp 4,9 Miliar

oleh -555 views

Semarang – Belum selesai pemeriksaan perkara dugan penipuan cek kosong senilai Rp 3 miliar yang menyeretnya ke pengadilan, Firman Istiawan bin Heri Suprayogi (39), kembali menghadapi proses hukum serupa.

Warga Jalan Rinjani No.147 Kelurahan Bendungan Kecamatan Gajahmungkur Semarang itu disidang lagi atas kasus cek kosong Rp 4,9 miliar.

Pengusaha di Kota Semarang itu diduga menipu dengan korban David Kristianto. Korban rugi Rp 4,9 miliar akibat tiga cek yang diberikan Firman kepadanya kosong. Dalam perkara keduanya ini, terdakwa Firman ttidak ditahan karena sudah ditahan dalam perkara lain.

Sidang perdana pemeriksaan perkaranya digelar Kamis (31/1/2019) dalam perkara nomor 75/Pid.B/2019/PN Smg. Perkaranya diperiksa majelis hakim Ari Widodo (ketua), CH Retno Damayanti dan Joko Saptono (anggota) dibantu Panitera Pengganti Hening Wahyuningtyas.

Jaksa Slamet SH dalam surat dakwaannya menjelaskan, kasus dugaan pidana menyeret Firman terjadi antara Maret 2016 sampai Mei 2018 di Bank BCA Pemuda Semarang Jalan Pemuda Semarang. Kasus bermula sekitar Maret 2016, korban David Kristianto dihubungi Firman Istiawan melalui telepon untuk meminjam uang korban.

“Firman berdalih akan digunakan untuk usaha lampu dan proyek di Pekanbaru,” kata jaksa dalam surat dakwaannya.

Atas hal itu membuat korban yakin dan percaya lalu memberikannya. Secara bertahap korban mentransferkan uangnya bervariasi kadang Rp 200 juta, Rp 300 juta. Total keseluruhan Rp 4.950.000.000.

Terdakwa Firman Istiawan berjanji akan mengembalikan uang korban sekitar Mei 2018 dengan memberikan tiga buah cek. Pertama, nomor DR 375991 tertanggal 2 Mei 2018 senilai Rp 1,7 miliar. Nomor : DR 375992 tertanggal 2 Mei 2018 senilai Rp 1,750 miliar dan Nomor : DR 375993 tertanggal 2 Mei 2018 senilai Rp 1,5 miliar.

Setelah korban mendapatkan ketiga cek tersebut korban mencairkan di Bank BCA Cabang Telogorejo.

“Tapi ternyata ketiga cek tersebut ditolak bank karena rekening milik Firman Istiawan sudah tutup,” kata dia.

Sementara pada kenyataannya usaha yang disampaikan Firman Istiawan setelah dicek oleh saksi Liana Arum Bungsu tidak pernah ada. Usaha tersebut adalah milik orang lain.

Atas kejadian itu, korban menghubungi terdakwa Firman Istiawan menuntut haknya. Namun oleh terdakwa hanya dijanjikan saja hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jateng.

Bahwa akibat perbuatan terdakwa, saksi korban David Kristianto mengalami kerugian Rp 4.950.000.000.

“Atas perbuatannya, Firman dijerat pasal 378 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Atau kedua, pasal 372 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP,” ujar jksa Slamet SH.

(far)