Empat Terdakwa Kasus Suap Proyek Purbalingga Mulai Diadili

oleh -117 views

Semarang – Kasus dugaan korupsi, suap proyek di Kabupaten Purbalingga mulai digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (20/8/2018). Sidang digelar dengan acara pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Empat orang tersangka didudukkan sebagai terdakwa. Mereka Librata Nababan (59) dan anaknya Ardirawinata Nababan (24), warga Jakarta Timur. Hamdani Kosen (63), warga Jakarta Barat, Pemilik PT Buaran Megah Sejahtera dan PT Pradnanta Kharisma Pratama. Serta Hadi Siswanto (44), warga Kembaran Kulon Purbalingga selaku Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan.

Selain keempatnya, dalam kasus utu juga menjerat Tasdi, Bupati Purbalingga sebagai tersangka (masih penyidikan).

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK terdiri Kresno Anto Wibowo, Ikhsan Fernandi Z, Roy Riady dan Moch Takdir Suhan dalam dakwaannya menyatakan, menyatakan korupsi terjadi 4 Mei 2018 dan 4 Juni 2018 di Pendopo Bupati Purbalingga dan di lokasi proyek pembangunan Islamic Centre Kabupaten Purbalingga. Suap diberikan Librata, Ardirawinata dan Hamdani Rp 115 juta dari Rp 500 juta yang dijanjikan kepada Tasdi, selaku Bupati Purbalingga periode 2016-2021 melalui Hadi Iswanto.

“Dengan maksud agar Tasdi selaku Bupati Purbalingga mengupayakan Hamdani Kosen mendapatkan proyek pembangunan Islamic Centre Kabupaten Purbalingga Tahap II (lanjutan),” ungkap Kresno Anto Wibowo dalam sidang.

Di hadapan majelis hakim terdiri Aloysius Priharnoto Bayuaji selaku ketua, Ari Widodo dan Handrianus Indiyanta jaksa menjelaskan, pada 2017, Hamdani Kosen mengerjakan proyek pembangunan gedung DPRD Kabupaten Purbalingga menggunakan PT Pangkho Megah dan proyek pembangunan Islamic Center Purbalingga (tahap I) menggunakan PT Sumber Bayak Kreasi. Hamdani bekerjasama dengan Librata dan Ardirawinata terkait pengamanan dan kelancaran urusan di lokasi proyek karena Librata mempunyai banyak koneksi pejabat di Jawa Tengah.

“Biaya operasionalnya disiapkan Hamdani Kosen,” ungkap jaksa.

Sekitar bulan November 2017, Librata yang sedang mengurus proyek di kantor Bupati Purbalingga bertemu Tasdi.

“Librata menyampaikan keinginan agar perusahaan milik Hamdani tetap dapat mengerjakan proyek di Kabupaten Purbalingga di tahun anggaran berikutnya dan akan disiapkan komitmen fee dalam proyek tersebut,” lanjutnya.