Dukun Pengganda Uang Pembunuh Tiga Warga di Batang Disidang

oleh -117 views

Batang – Kasus dugaan pembunuhan berendacana oleh oknum dukun palsu, penggada uang di Kabupaten Batang telah memasuki persidangan. Duduk sebagai terdakwanya, Muslimin alias Limin bin alm Latang.

Pembunuhan dilakukan pertama terhadap korban Slamet alias Sugeng. Kedua Muhammad Lutfi Abdillah. Ketiga Restu Novianto. Dalam hal perbarengan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, perkara masuk ke PN batang pada Jumat, 23 Maret 2018 dalam klasifikasi perkara pembunuhan dan terdaftar dalam nomor perkara 43/Pid.B/2018/PN Btg. Perkaranya ditangani tim Jaksa Penuntut Umum terdiri Didik Mulyo Nugroho, Oki Bogitama dan Mohammad Noor Afif.

“Sidang perdana perkaranya digelar Kamis, 5 April dengan agenda pembacaan dakwaan. Sidang dilanjutkan Kamis, 12 April besok dengan agenda pembacaan eksepsi,” kata seorang sumber di Pengadilan Negeri (PN) Batang, Selasa (10/4/2018).

Informasi yang dihimpun disebutkan dalam dakwaan jaksa, kasus terjadi pada Minggu 28 Desember 2014 sekira pukul 22.00 Wib di Lahan Kandang Ayam di Dukuh Sambungrejo Desa Sawangan Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Kedua Kamis Tanggal 24 Maret 2016 sekira pukul 22.00 Wib di Lahan Tanah Kebun kosong di Dukuh Segan Desa Sawangan Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Ketiga Rabu 15 Nopember 2017 sekira pukul 10.00 Wib di Lahan Kebun Sengon di Dukuh Rowokeong Desa Sawangan Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.

Dalam kurun waktu mulai tahun 2014 sampai dengan tahun 2017, setidak-tidaknya pada waktu itu atau tempat-tempat lain termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Batang. Limin dengan sengaja dan dengan direncanakan menghilangkan nyawa orang lain.

Kejadian terjadi, pertama, Limin yang sudah bekerja di kandang ayam milik korban Slamet Sugeng menyampaikan ke Slamet Sugeng bisa melipatgandakan uang korban. Caranya disimpan di gentong yang nantinya juga dilakukan ritual yang nantinya uangnya jika diambil tidak akan habis.

“Mendengar hal itu korban Slamet alias Sugeng percaya dan menyanggupi perkataan terdakwa sampai kemudian pada waktu dan tempat sebagaimana kejadian pertama, terdakwa mempersiapkan sebelumnya termasuk menghilangkan nyawa korban,” jelas jaksa dalam dakwaannya.