Driver Gojek di Tegal Geruduk Gedung Dewan

oleh -69 views

Tegal – Sedikitnya 70 unit mobil dan pengemudi Gojek menggerudug gedung DPRD Jalan Pemuda Kota Tegal, Senin (27/8/2018).

Ketua Forum Driver Online, Agus Rahmad mengatakankan, pihaknya ke DPRD untuk memyampaikan keluhan terhadap managemen Gojek. Sebab selama ini aspirasi yang disampaikan tidak direspon terkait dengan kepastian status kemitraan.

Menurutnya perkembangan Gojek sekarang lebih merugikan para pengemudi. Bahkan, seperti buruh dan kesejahteraan semakin menurun.

“Kami brharap dewan untuk membantu mencarikan solusi terbaik, ” katanya.

Perwakilan lain, Hedi menambahkan, awalnya bonus dari Gojek tanpa potongan apapun. Namun dalam kenyataanya berbeda.

“Padahal kita berani mengambil kredit mobil. Akhirnya kesulitan, biaya operasional semakin berat termasuk ansuran cicilan mobil, semakin pengemudi makin banyak justru kami semakin di tekan karena bonus tidak jelas,” tuturnya.

Menurutnya selama ini pihaknya sudah berupaya menahan diri untuk menjaga situasi kondusif. Oleh karena itu pihaknya meminta DPRD dan Pemkot Tegal mendesak Gojek meningkatkan tarif yang manusiawi.

“Kami meminta DPRD untuk mendukung penutupan kantor gojek,” tegasnya.

Perwakilan lain, Dadang mengatakan, pihaknya meminta agar aspirasi yang disampaikan ditindaklanjuti DPRD. Dirinya berharap seluruh pihak terkait untuk membahas dan mencarikan solusi terbaik.

Aesuai data ada sekitar 1800 driver Gojek. Tinjau ulang kemitraan tarif dan perijinan, pemerintah harus merespon cepat.

“Jangan sampai kami dibiarkan kami terus menderita. Karena itu harus segera ditindaklanjuti. Apalagi dua aplikator yg beroperasi di Tegal belum ada izinnya,” ungkap Dadang.

Sekwan DPRD Tegal, Totok Subagyo terhadap aspirasi yang disampaikan akan dilaporkan ke pimpinan. Untuk anggota dannpimpinan bqru ada acara kedinasan keluar kota.

“Aspirasi akan kami sampaaikan ke pimpinan untuk diagendakan pembhasan persoalan tersebut, “katanya.

Pihaknya mengaku akan membuat nota dinas ke walikota berdasarkan hasil pertemuan tersebut. Sesuai rencana akan ditemui pimpinan dan anggota DPRD pada Kamis mendatang.

Para pengemudi online mempertanyakan status tenaga kerja mereka terhadap perusahaan, mempermasalahkan tarif yang sebelumnya 3.400 ribu per km tidak ada potongan tapi semenjak bulan Maret dipotong 20 persen per order dan skema insentif 17 order 130 ribu.nin/edit