Dody Kristianto, Terdakwa Pembobolan Kasda Pemkot Semarang pada BTPN Terima Uang

oleh -131 views

SEMARANG – R Dody Kristianto, mantan Kepala UPTD Kasda Pemkot Semarang, terdakwa pembobolan uang kasda pada BTPN Semarang menerima sejumlah uang di rumah dan kantornya. Uang dibungkus dalam amplop coklat dari Diyah Ayu Kusumaningrum (DAK), mantan PBM Bank BTPN Semarang, terpidana perkara terkait. Uang dikirimkan langsung ke Dody lewat kurir DAK.

Fakta itu diungkapkan Fajar Triono, kurir DAK yang mengantarkan uang saat diperiksa sebagai saksi atas perkara Dody di Pengadilan Tipikor Semaranh, Senin (6/5/2019).

Fajar mengakui pada Februari 2011 bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Sri Sayekti, ibu kandung DAK. September 2012 ia diajakan DAK ke Jakarta sebagai pembantu. Dam awal 2013 menjadi sopir DAK.

Fajar mengungkapkan pernah disuruh DAK mengantar uang dalam amplop coklat kepada Dody Kristyanto di rumahnya yang beralamat di Jatingaleh.

“Sekitar lima sampai tujuh kali mengantar. Amplop berisi uang tersebut saya serahkan kepada Dody Kristyanto dan pada saat itu Dody menanyakan uang dari siapa dan saya sampaikan titipan dari Mbak Ayu,” ungkapnya di persidangan dipimpin hakim Antonius Widijantono.

Selain sendiri, Fajar juga mengaku pernah ditemani Andi Setiono mengantar uang dari DAK untuk Dody. Sebelumnya Fajar juga mengaku pernah ditemani Redu mengantarkan uang untuk Dody.

“Pagi sebelum Pak Dody berangkat ke kantor dan saat itu saya menyerahkan amplop yang berisi uang tersebut di dalam halaman rumahnya,” kata dia.

Penyerahan itu dilakukan sekitar tahun 2011 sampai September 2012.

“Mbak Ayu menyampaikan kepada saya, “ Fajar tolong kirim ini ke rumah pak Dody, nanti saya sms no hpnya dan alamat rumahnya,” jelas dia mengaku tidak tahu maksud penyerahan uang tersebut

Fajar mengaku tak tahu jumlah uang dalam amplop serta tidak ada tanda terima atau bukti penyerahannya.

Keterangan itu dibenarkan Andi Setiono yang juga diperiksa sebagai saksi. Sekira tahun 2012 saat ia bekerja di rumah DAK di Mega Residen Banyumanik Semarang, ia mengaku diminta Fajar menemani mengantarkan amplop warna coklat yang berisi uang.

“Saya tidak tahu jumlahnya , yang sekira saya nilainya besar. Saya tidak tahu alamat pastinya. Tapi apabila diminta menunjukan saya tahu,” kata dia.

Berikutnya Andi juga pernah diminta Fajar menenami mengantarkan uang lagi. Andi mengaku tidak tahu tujuan pemberian amplop tersebut.far